Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Malaysia Larang Penampakan Miss Bikini

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebuah resor pantai di Malaysia akhirnya menghilangkan agenda acara promosi kontes wanita bikini yang sedianya dilakukan secara terbuka, setelah mendapat surat peringatan dari pemerintah setempat.

The Pangkor Island Beach Resort rencananya akan menggelar pesta pantai “Full Moon Beach Party” pada 7 Oktober mendatang. Di dalamnya ada agenda promosi “Miss Bikini”, sebuah acara yang akan diselenggarkan di Thailand akhir tahun ini.

Dalam surat peringatannya, Negara Bagian Perak memperingatkan bahwa acara tersebut dapat mengotori citra negara Malaysia dan mempromosikan perilaku buruk kepada masyarakat.

Direktur Pemasaran The Pangkor Island Beach Resort Doris Chin mengatakan, pembatalan itu mereka lakukan setelah melakukan pertemuan dengan para pejabat di negara bagian Perak hari Kamis (22/09).

“Kami tidak akan menyelenggarakan pentas dengan deretan wanita yang menggunakan bikini,” kata Chin kepada kantor berita AFP.

“Kami menghargai permintaan pemerintah dan budaya setempat,” tambahnya.

Hamidah Othman, pejabat pemerintah dari dinas pariwisata dan investasi mengatakan pemerintah tidak akan mengizinkan acara seperti itu karena menurutnya akan “memberikan dampak negatif dan memalukan negara.”

Partai oposisi Pan-Malaysia Islamic Party (PAS) sebelumnya telah mengajukan protes atas rencana resor untuk mempromosikan kontes bikini.

“Kami berharap akan ada langkah segera dari pemerintah negara bagian dalam menjunjung moral karena jelas program itu secara tidak langsung merusak moral anak muda kita,” kata Sekretaris Jenderal PAS, Salman Saleh dalan satu pernyataan.

PAS sering melarang konser artis internasional seperti Beyonce dan Gwen Stefani dan mensyaratkan penyanyi untuk memakai baju yang pantas.

Namun, kepada Associated Press, Chin mengatakan bahwa acara pesta pantainya akan tetap berlangsung. Mereka akan menampilkan seni pahat es dan mengumumkan tentang acara Miss Bikini secara mendetail, hanya saja penampilan para wanita berbikini di atas cat-walk ditiadakan.

Menurut Chin, resor tidak dapat melarang tamu wanita yang datang untuk tidak mengenakan bikini. Tapi pihaknya akan memastikan bahwa tidak akan ada wanita berbikini yang tampil di panggung selama pesta berlangsung, demi “menghormati permintaan pemerintah dan budaya setempat.”

Tahun lalu, foto-foto yang menampilkan suasana pesta di resor itu — yang kebanyakan menampilkan para wanita etnis China dengn bikini — ditampilkan di dunia maya, sehingga menimbulkan kekhawatiran sejumlah kalangan.

Malaysia termasuk negara yang cukup ketat memberlakukan peraturan yang berkaitan dengan moralitas. Pasangan tidak menikah yang kedapatan berdua-duaan di kamar hotel atau tempat tersembunyi lain, bisa diciduk dan dijebloskan ke penjara. Sementara perempuan Muslim yang hamil di luar nikah juga terancam dikenai hukuman kurungan hingga 2 tahun di beberapa negara bagian.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Jamal Al Banna:”Mesir lebih Baik Dipimpin Liberalis”

Jamal Al Banna:”Mesir lebih Baik Dipimpin Liberalis”

Eks Gubernur Mengaku Bayar Suap Supaya Rio de Janeiro Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2016

Eks Gubernur Mengaku Bayar Suap Supaya Rio de Janeiro Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2016

Satu Mahasiswi Positif Covid-19, Auckland Lockdown Pusat Kota

Satu Mahasiswi Positif Covid-19, Auckland Lockdown Pusat Kota

Statistik: Empat Puluh Persen Orang Nigeria Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Statistik: Empat Puluh Persen Orang Nigeria Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Sepertiga Warga Mesir Nilai Turki sebagai Negara Pemimpin Dunia Muslim

Sepertiga Warga Mesir Nilai Turki sebagai Negara Pemimpin Dunia Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya