Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Amerika Tembak Kepala Anak-Anak Iraq

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kawat diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks baru-baru ini menunjukkan bukti bahwa pasukan Amerika sedikitnya mengeksekusi 10 warga sipil iraq pada tahun 2006 di kota Ishaqi, termasuk di antaranya wanita tua dan bayi, lalu melancarkan serangan udara guna menghilangkan bukti-bukti yang ada.

Dalam kawat diplomatik yang dibocorkan pekan lalu itu juga terdapat pertanyaan dari penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa yag mempertanyakan insiden itu.

Philip Alston, pelapor PBB  untuk masalah ekstra yudisial, dalam komunikasinya dengan para pejabat Amerika Serikat 12 hari setelah insiden 15 Maret 2006 mengatakan bahwa hasil otopsi para korban menunjukkan semua korban yang tewas dalam keadaan diborgol dan ditembak kepalanya. Di antara mereka terdapat empat orang perempuan dan anak-anak. Semua anak berusia lima tahun atau lebih muda dari itu.

Alston yang dihubungi wartawan lewat surat elektronik mengatakan bahwa ketika itu ia tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Amerika Serikat, sehingga tidak dapat memberikan laporan yang lengkap.

Ishaqi, yang terletak tidak jauh dari Tikrit kampung halaman Saddam Hussein, pada waktu itu dikategorikan Amerika Serikat sebagai wilayah yang sangat berbahaya.

Pada awal-awal penyelidikan, jurubiara militer Amerika Serikat mengatakan bahwa seorang tersangka anggota Al Qaidah Iraq berhasil mereka bekuk di lantai pertama setelah pertempuran yang menyebabkan rumah tempatnya bersembunyi hancur berkeping-keping.

Namun, dokumen kawat diplomatik memberikan penjelasan urutan kejadian yang berbeda. Pasukan Amerika menghancurkan rumah tersebut setelah para penghuninya ditembak mati.

Sementara itu Alston juga punya cerita versi lain. Pasukan Amerika mendekati sebuah rumah di Ishaqi, yang disebut dengan Al-Iss Haqi. Rumah itu milik Faiz Harrat Al Majma’i, yang menurut Alston seorang petani.

Kemudian, kata Alston, pasukan Amerika terlibat baku tembak selama 25 menit.

Setelah baku tembak berakhir, tulis Alston, “tentara memasuki rumah, memborgol seluruh penghuninya dan mengeksekusi mereka semua.”

Kemudian, setelah ada intervensi dari MNF (Multi National Force), sebuah serangan udara dilancarkan untuk menghancurkan rumah tersebut.

“Stasiun-stasiun televisi Iraq menayangkan gambar dan menunjukkan mayat-mayat korban (lima anak dan empat wanita) di kamar mayat di Tikrit. Otopsi yang dilakukan di rumah sakit di Tikrit menunjukkan bahwa semua mayat ditembak di kepala dan diborgol,” kata Alston.

Kawat diplomatik itu menyebutkan, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan tersebut. Mereka antara lain Faiz Hratt Khalaf (usia 28 tahun), istrinya Sumay’ya Abdul Razzaq Khuther (24), tiga anak mereka Hawra’a (5) Aisha (3) dan Husam (5 bulan), ibu Faiz Turkiya Majeed Ali (74), saudara perempuan Faiz (namanya tidak diketahui), keponakan Faiz Asma’a Yousif Ma’arouf (5) dan Usama Yousif Ma’arouf (3), serta seorang kerabat perempuan yang sedang berkunjung Iqtisad Hameed Mehdi (23).*

Keterangan foto: Gambar para korban pembunuhan oleh pasukan Amerika Serikat 15 Maret 2006 di Ishaqi. Foto diambil oleh seorang warga Ishaqi dengan menggunakan kamera di telepon genggam.

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pakai Duit Kampanye Ebola Mantan Bos Sepakbola Liberia Dapat Kartu Merah

Pakai Duit Kampanye Ebola Mantan Bos Sepakbola Liberia Dapat Kartu Merah

Oxfam GB Dilarang Beroperasi di Haiti Menyusul Skandal Seks

Oxfam GB Dilarang Beroperasi di Haiti Menyusul Skandal Seks

Erdogan Kontak Sekjen PBB, Bahas Krisis Kemanusiaan atas Muslim Rohingya

Erdogan Kontak Sekjen PBB, Bahas Krisis Kemanusiaan atas Muslim Rohingya

Seniman Malaysia Serukan Utamakan Artis Lokal, Bukan K-Pop

Seniman Malaysia Serukan Utamakan Artis Lokal, Bukan K-Pop

Ledakan Guncang Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi

Ledakan Guncang Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya