Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Siswa China Mulai Merokok di Usia Lebih Muda

Bagikan:

Hidayatullah.com—Awasi anak Anda, sejak kapan ia mulai mencoba-coba untuk merokok? Data dari China mungkin bisa dipakai pelajaran, hampir satu dari empat siswa berusia antara 12 dan 14 telah mencoba merokok. Demikian menurut hasil sebuah survei yang dirilis oleh Asosiasi Pengendalian Tembakau  China (CATC).

Survei, dilakukan di antara 38.839 siswa dan 6.503 guru SMP dan SMA di 11 provinsi di China antara bulan Mei dan Juni, menunjukkan bahwa 22,5 persen siswa berusia antara 12 dan 14 telah mencoba merokok. 15,8 persen siswa SMP dan SMA telah merokok secara teratur.

“Ada sejumlah siswa di kelas saya yang merokok secara teratur karena mereka telah melakukannya di luar sekolah selama istirahat makan siang,” kata Li Xiaolan, seorang guru bahasa Inggris SMA di Shanghai.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 39 persen dari siswa mencoba rokok pertamanya dari teman-teman sekelas mereka.

“Kami biasa merokok dengan teman sekelas di sekolah dan kami biasanya merokok di toilet atau di sudut taman bermain setelah makan siang,” kata Zhou Guangrong, siswa dari Guiyang, Provinsi Guizhou, yang mulai merokok ketika dia berusia 12.

Mayoritas perokok siswa membeli sendiri rokok sendiri dan sekitar 76 persen dari perokok remaja mengatakan bahwa ada setidaknya satu penjual rokok di 200 meter dari sekolah mereka.

“Ketika saya masih di SMP dan SMA, di sekeliling sekolah ada toko-toko rokok,” kata Zhou yang telah biasa merokok dua batang per hari saat SD, dua bungkus per minggu di SMP dan SMA.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ternyata banyak remaja mulai merokok yang jauh lebih muda dari sebelumnya, dan bahwa kita perlu meminimalkan jumlah perokok muda,” kata Duan Jiali, Sekretaris Jenderal Komisi Pengendalian Rokok di kalangan Muda, di bawah CATC, sebagaimana dimuat laman China Daily, Selasa (16/08/2011).

Duan menambahkan bahwa guru dan orang tua harus menjadi contoh yang baik untuk remaja dengan tidak merokok di depan mereka di sekolah atau di rumah, yang merupakan cara paling berpengaruh menghentikan remaja dari merokok.

China melarang merokok pada 16 jenis ruangan publik – termasuk rumah sakit, sekolah, bar, restoran, dan hotel – sejak 1 Mei dalam upaya untuk mengekang penggunaan tembakau di negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia.

Saat ini, ada lebih dari 300 juta perokok di China, dan sekitar 1,2 juta orang meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok setiap tahun, atau seperlima dari total dunia, menurut statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Sementara itu, sekitar 540 juta orang terpapar asap rokok, 48,9 persennya di antaranya para remaja (dari 15 sampai 19 tahun),” kata Xu Guihua, wakil direktur CATC.

“Ini penting dan mendesak bagi kita untuk mengendalikan jumlah perokok dewasa yang berpotensi menggoda remaja untuk merokok,” katanya.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Paus Fransiskus Meminta Maaf pada Umat Protestan

Paus Fransiskus Meminta Maaf pada Umat Protestan

Setengah orang Jerman Memandang Islam Sebagai Ancaman

Setengah orang Jerman Memandang Islam Sebagai Ancaman

AS Negara Peringkat Keenam Memenjarakan Wartawan

AS Negara Peringkat Keenam Memenjarakan Wartawan

PM Mahathir: Saya Janji Serahkan Jabatan ke Anwar

PM Mahathir: Saya Janji Serahkan Jabatan ke Anwar

Majelis Rendah Parlemen Gabon Setuju Dekriminalisasi Homoseksual

Majelis Rendah Parlemen Gabon Setuju Dekriminalisasi Homoseksual

Baca Juga

Berita Lainnya