Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Presiden Tajik Tandatangani UU Larangan Remaja ke Masjid

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintahan sekuler Tajikistan memalui Presiden Imomali Rachmon menandatangani undang-undang yang melarang remaja mendatangi masjid dan tempat ibadah lainnya.

Alasan peraturan ini dinilai penting untuk menghindari merebaknya ekstrimisme berbasis agama.

Larangan itu diberlakukan Rabu (3/08/2011), saat warga Muslim sedang memulai bulan suci Ramadhan, tanpa kecaman dari kelompok-kelompok keagamaan yang menyesalkan langkah tersebut.

Undang-undang baru itu melarang remaja di bawah usia 18 tahun beribadah di masjid atau gereja dan mewajibkan mereka belajar di sekolah-sekolah sekuler, lapor kantor berita Aziya-Plus.

Pihak berwenang menegaskan perubahan itu akan membantuk meredam penyebaran “fundamentalisme” keagamaan di negara mayoritas Muslim itu tapi sekuler.

Majelis tinggi parlemen negara tersebut menyetujui sebuah rancangan undang-undang (RUU) “tanggungjawab orangtua”, yang melarang anak-anak usia di bawah 18 tahun beribadah di masjid dan gereja dan mewajibkan mereka belajar di sekolah-sekolah sekuler. “RUU itu bertujuan melindungi kepentingan generasi mendatang di Tajikistan,” dalih ketua majelis tinggi Makhmadsaid Ubaydullayev dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, para pemuka muslim marah menanggapi peraturan baru ini. Mereka mengatakan Presiden Rachmon yang sejak 1992 berkuasa di negara bekas Uni Soviet itu tidak tahu apa yang saat ini sedang terjadi di masyarakat.

“Larangan (terhadap remaja) untuk beribadah di masjid-masjid akan memicu reaksi negatif di antara rakyat,” tegas ulama terkemuka dan mantan wakil perdana menteri Akbar Turadzhonzoda dalam sepucuk surat terbuka kepada presiden.

Tajikistan berpenduduk 7,5 juta jiwa, 98 persen di antaranya memeluk Islam. Sayangnya, di bawah pemerintahan sekular kaum Muslim yang mayoritas justru mengalami banyak tekanan. Tak heran jika para pejabat Tajikistan khawatir perkembangan pesat Islam di negaranya, khususnya pasca revolusi rakyat Arab yang terjadi secara beruntun dan merebaknya kebangkitan Islam ke berbagai negara lain.

Rakhmon tahun lalu memanggil pulang para siswa Tajikistan yang menimba ilmu di luar negeri setelah menuding berbagai institusi asing melakukan langkah-langkah untuk “mempersiapkan teroris”.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Koboi dan Petani Australia Protes Penambangan Batubara dan Gas

Koboi dan Petani Australia Protes Penambangan Batubara dan Gas

Milisi Syiah Turun Jalan Ancam Turki

Milisi Syiah Turun Jalan Ancam Turki

Muktamar al-Quds Tolak Perundingan Langsung

Muktamar al-Quds Tolak Perundingan Langsung

Google Sengaja Hapus Peta Palestina di Google Map

Google Sengaja Hapus Peta Palestina di Google Map

Dua Aktivis Relawan Armada Kebebasan di Kapal Al-Awda Dibebaskan

Dua Aktivis Relawan Armada Kebebasan di Kapal Al-Awda Dibebaskan

Baca Juga

Berita Lainnya