Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muhammad Ali: Serangan di Norwegia “Hancurkan Hati” Saya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Petinju legendaris Muhammad Ali, melalui surat terbuka yang dipublikasikan Selasa (2/8), mengemukakan kesedihan mendalamnya atas serangan mematikan di Norwegia pada 22 Juli.

Ia menolak ketakutan atas multikulturalisme yang menjadi alasan di balik peristiwa pembantaian itu.

“Saya patah hati, bukan hanya karena kematian tidak masuk akal dari begitu banyak korban tak bersalah, termasuk banyak anak muda, tetapi juga karena alasan di balik tindakan keji itu,” tulis ikon olahraga Amerika Serikat itu dalam suratnya yang diterbitkan oleh harian VG.

“Kekhawatiran multikulturalisme menunjukkan kurangnya pemahaman tentang kesamaan yang ada antara orang-orang di seluruh etnis, ras dan agama,” tambah juara dunia tiga kali kelas berat itu.

Muhammad Ali, sekarang berusia 69 tahun dan menderita penyakit Parkinson, adalah penganut agama Islam, agama yang dicerca oleh teroris Anders Behring Breivik, yang mengaku melakukan serangan yang disebutnya sebagai bagian dari “perang salib” terhadap “invasi Islam” di Eropa.

Teroris sayap kanan berusia 32 tahun itu pertama membom kantor-kantor pemerintah di Oslo. Kejadian itu menewaskan delapan orang, sebelum kemudian melakukan penembakan membabi buta di Pulau Utoeya, lokasi Partai Buruh yang berkuasa menggelar perkemahan musim panas untuk anak muda.

Ia membunuh 69 orang yang lain, sebagian besar dari mereka remaja.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Mesir Tangkap Putri dan Menantu Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Mesir Tangkap Putri dan Menantu Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Kurangi Ketegangan, Ethiopia Buka Kembali Kedutaan di Eritrea

Kurangi Ketegangan, Ethiopia Buka Kembali Kedutaan di Eritrea

Bentrok Pro vs Anti Mursy Menjalar ke Kampus-Kampus

Bentrok Pro vs Anti Mursy Menjalar ke Kampus-Kampus

Trump Akhiri Program Perlindungan Imigran Anak DACA

Trump Akhiri Program Perlindungan Imigran Anak DACA

Gadis Afghan yang Kini Hidup di Inggris Dapat Beasiswa di Kampus Oxford

Gadis Afghan yang Kini Hidup di Inggris Dapat Beasiswa di Kampus Oxford

Baca Juga

Berita Lainnya