Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ratusan Tentara Kanada Tinggalkan Kandahar

Bagikan:

Hidayatullah.com–Rabu pagi (06/7) sebanyak 117 personil militer Kanada meninggalkan pangkalan udara Kandahar. Mereka merupakan bagian angkatan pertama dari 3.000 pasukan yang akan meninggalkan Afghanistan, sebelum misi negaranya berakhir secara resmi hari Kamis ini.

Sementara negara lain baru mengumumkan tanggal rencana penarikan pasukan dan terkesan mengulur-ulur waktu, Kanada adalah satu-satunya negara yang merealisasikan penarikan pasukannya tahun ini.

Parlemen Kanada telah menetapkan bahwa tahun 2011, pasukan mereka di Afghanistan harus kembali pulang.

Sebanyak 159 orang Kanada mati selama negara itu ikut berperang di Afghanistan. Satu di antaranya adalah wartawan.

Meskipun ditarik, sejumlah personil Kanada yang diikutsertakan ke regu-regu pasukan Amerika Serikat masih akan bertahan di Afghanistan hingga beberapa pekan ke depan.

Dalam perjalanan pulang, selama lima hari pasukan Kanada dikirim ke Siprus untuk mengikuti program pemulihan, agar memudahkan mereka kembali ke dalam kehidupan masyarakat sipil setelah bertugas di Afghanistan. Di Siprus mereka mempelajari dampak psikologis perang dan mendapatkan layanan konseling.

Sementara itu, sebuah misi militer Kanada yang terpisah yang melibatkan 950 personil, akan ditempatkan di Afghanistan dengan misi melatih pasukan keamanan setempat.*

Keterangan foto: Pasukan Kanada d Kandahar berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka pulang (05/7/2011).

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Bos Inteljen Australia: Ancaman Neo-Nazi Nyata

Bos Inteljen Australia: Ancaman Neo-Nazi Nyata

McDonald’s Amerika Digugat karena Mencuri Gaji Pekerja

McDonald’s Amerika Digugat karena Mencuri Gaji Pekerja

CIA Akui Keberadaan Area 51

CIA Akui Keberadaan Area 51

WHO: Vaksinasi Meluas Covid-19 Belum akan Ada Sampai Pertengahan 2021

WHO: Vaksinasi Meluas Covid-19 Belum akan Ada Sampai Pertengahan 2021

Akef Ajak Pemerintah Mesir Berunding

Akef Ajak Pemerintah Mesir Berunding

Baca Juga

Berita Lainnya