Ahad, 14 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Inggris akan Izinkan Iklan Klinik Aborsi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Berdasarkan peraturan baru, untuk pertama kalinya klinik-klinik swasta yang memberikan layanan aborsi akan diperbolehkan bebas beriklan di televisi dan radio.

Rencana tersebut menimbulkan kontroversi, di mana kelompok pendungkung kehidupan menuding pihak berwenang “menyepelekan” hidup manusia dengan menawarkan pengguguran kepada para wanita.

Joanne Hill dari organisasi Life menyebut kebijakan itu menyamakan antara aborsi dengan mobil dan sabun cuci, yang dijajakan kepada publik.

“Sangat mengejutkan dan melewati batas periklanan yang bertanggungjawab,” tegasnya, seperti dikutip Telegraph (02/7).

Kelompok itu juga menuding pihak klinik menggunakan trik pemasaran untuk membujuk para wanita yang berkonsultasi melakukan pengguguran, sehingga mereka akan dapat banyak uang.

Sampai saat ini, iklan klinik aborsi hanya diperbolehkan jika lembaga itu melakukannya bukan untuk mencari keuntungan. Oleh karenanya tidak heran jika sepanjang tahun lalu, hanya iklan dari lembaga amal Marie Stopes International yang ditayangkan. Itu pun menicu banyak protes, lebih dari 4.500 keluhan.

Jika aturan baru itu jadi dikeluarkan oleh Komite Penyiaran untuk Praktek Periklanan, maka puluhan rumah sakit swasta yang memberikan layanan aborsi bisa memasang iklan mereka di televisi dan radio.

Lebih dari 35 rumah sakit swasta di Inggris saat ini menawarkan jasa aborsi, meskipun kebanyakan dikenal sebagai klinik kesuburan.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

PM Mesir: Turis Iran Lebih Banyak Keluarkan Uang

PM Mesir: Turis Iran Lebih Banyak Keluarkan Uang

Gegara Kudeta, Uni Eropa Tangguhkan Pelatihan Militer di Mali

Gegara Kudeta, Uni Eropa Tangguhkan Pelatihan Militer di Mali

Mesir Godok Ide Zona Perdagangan Bebas Gaza-Sinai

Mesir Godok Ide Zona Perdagangan Bebas Gaza-Sinai

Doa Tarawih Tak Boleh Untuk Bola

Doa Tarawih Tak Boleh Untuk Bola

Diplomat AS Mundur Karena Perang Afghanistan

Diplomat AS Mundur Karena Perang Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya