Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Ilmuwan Inggris: AS Teroris Terbesar

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ilmuwan Inggris Profesor Rodney Shakespeare meyakini dunia tanpa terorisme dapat dicapai oleh negara-negara non-blok jika mereka siap melawan `penggertak` AS dan sekutu-sekutunya.

“Teroris terbesar dari semuanya adalah Amerika Serikat,” kata profesor Inggris itu.

“Dunia ini penuh terorisme terorganisasi. Saya mengacu pada serangkaian perang terorisme Amerika secara terus-menerus pada Islam yang kuantitasnya sama dengan perang sepertiga dunia `Irak, Afghanistan, Pakistan, Yaman, Libya, Suriah (persiapan perang yang sekarang sedang dibuat),” kata Shakespeare.

“Kini adalah saatnya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa AS adalah teroris terbesar dari semuanya,” katanya kepada IRNA, menjelang konferensi internasional akhir pekan ini yang diselenggarakan di Teheran.

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 80 negara, bertemakan `Dunia Tanpa Terorisme, mencari pendekatan yang komprehensif melawan terorisme di tingkat internasional.`

“Ini bisa dicapai jika Gerakan Non Blok menunjukkan beberapa nyali, yang berarti bersikap atas intimidasi  Amerika Serikat dan sekutunya, misalnya Inggris,” kata Shakespeare, yang merupakan pengacara dan dosen.

Dia mengatakan bahwa sudah 10 tahun sejak AS melancarkan perang yang disebut melawan terorisme, tetapi situasinya justru bertambah buruk.

“Amerika sekarang dibenci di seluruh penjuru dunia: karena pihaknya tidak lagi benar-benar memajukan kepentingan nasional. Semua yang telah benar-benar terjadi adalah, kompleks industri-militer Amerika telah secara besar-besaran meraih keuntungan dari kematian banyak nyawa orang-orang tak berdosa,” katanya.

Setelah menyelenggarakan begitu banyak konferensi mengenai momok terorisme, ia menyarankan bahwa pendekatan baru adalah kebutuhan untuk mengatasi akar penyebab terorisme itu sendiri.

“Akar penyebab adalah sistem keuangan berbasis riba dan kontrol keuangan oleh Wall Street dan London. Suatu ekonomi baru yang bebas riba diperlukan untuk mengakhiri terorisme terorganisir,” kata Shakespeare.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Kronologi Penahanan  Mahasiswa Indonesia di Mesir versi PPMI

Kronologi Penahanan Mahasiswa Indonesia di Mesir versi PPMI

Polisi Amerika Buka Lagi Kasus Pemerkosaan Cristiano Ronaldo

Polisi Amerika Buka Lagi Kasus Pemerkosaan Cristiano Ronaldo

Vokalis Band “Anti Islam” Dipenjara Karena Kasus Pembunuhan

Vokalis Band “Anti Islam” Dipenjara Karena Kasus Pembunuhan

Jurnalis israel

Jurnalis Media Besar Tuntut Peliputan yang Jujur tentang Pendudukan Israel

Ada Rencana Pembunuhan Dubes Saudi di Libanon?

Ada Rencana Pembunuhan Dubes Saudi di Libanon?

Baca Juga

Berita Lainnya