Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kontak AS-Taliban Dikabarkan Terjalin untuk Akhiri Konflik

Bagikan:

Hidayatullah.com–Amerika Serikat telah menjalin kontak dengan pemimpin Taliban yang sulit dijumpai Mullah Omar, untuk menegosiasikan mengakhiri konflik di Afghanistan. Seorang mantan jurubicara Taliban Afghanistan telah memainkan peran penting dalam menghubungkan AS-Taliban, sebuah sumber mengatakan kepada The Tribune Express.

Abdul Haqiq, yang beroperasi dengan nama Dr Mohammed Hanif, mantan jurubicara Taliban di Afghanistan, disebutkan membantu Washington menjangkau Mullah Omar. Demikian laporan surat kabar tersebut pada hari Selasa (14/6).

Dr Hanif ditangkap oleh AS dan agen intelijen Afghanistan dari sebuah lokasi rahasia di Afghanistan pada bulan Juni 2007. Dia adalah salah satu juru bicara penting Taliban Afghanistan bersama dengan Yousuf Ahmadi, yang ditunjuk pada posisi itu setelah kepala juru bicara Abdul Latif Hakimi ditangkap pada bulan Oktober 2005 di Pakistan.

Sejauh ini, beberapa klaim telah dibuat oleh AS tentang perundingan dengan Taliban, tapi Islamabad dan Kabul tidak terlibat atas spekulasi pembicaraan tersebut.

Menurut laporan, Amerika Serikat telah menawarkan Taliban kontrol atas Afghanistan selatan, dengan meninggalkan utara yang kekuatan politiknya  di bawah pengaruh Amerika. Namun, hal ini ditolak oleh Taliban.

“Usulan tersebut tidak mungkin bisa diterima Taliban karena dapat menyebabkan disintegrasi Afghanistan,” kata mantan Kepala Inter-Services Intelligence (ISI) Jenderal Hamid Gul.

Namun, seorang diplomat Pakistan di Kabul tetap optimis tentang perundingan. “Taliban sadar bahwa akan sulit untuk mengalahkan pasukan asing di Afghanistan, atau menguasai seluruh negeri,” katanya. “Demikian pula, AS juga menyadari bahwa pihaknya tidak dapat mengalahkan Taliban sampai beberapa tahun mendatang.”

Di sisi lain, seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri tidak begitu yakin dengan keberhasilan perundingan AS-Taliban. “Pembicaraan tersebut kemungkinan kuat gagal, karena Washington berniat mencapai tujuannya tanpa melibatkan [Presiden Afghanistan Hamid] Karzai. Jika semua Taliban-Afghanistan setuju untuk pembicaraan rekonsiliasi, kontak mereka hanya kepada para pemimpin Afghanistan tanpa kekuatan asing,” kata pejabat itu.

Para diplomat Asia Tengah di Islamabad juga telah menyatakan keraguan mereka tentang kepraktisan pembicaraan AS-Taliban.

“Di satu sisi, AS sedang membangun enam pangkalan militer permanen di Afghanistan, dan di sisi lain berbicara tentang penarikan pasukan dari negara itu,” kata seorang duta besar dari negara Asia Tengah yang mengutip ucapan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Diplomat Iran dan Rusia di Islamabad juga ragu tentang penarikan sesungguhnya dan bermakna atas pasukan asing pimpinan AS dari Afghanistan.

Sementara itu, Kepala Dewan Perdamaian Afghanistan Profesor Burhanuddin Rabbani mengatakan kepada DPR Afghanistan awal bulan ini bahwa dewan itu telah melakukan kontak dengan Taliban-Afghanistan. Dia lebih jauh mengatakan pada DPR Afghanistan, Taliban tidak bersedia untuk mempercayai proses rekonsiliasi yang dilakukan pemerintahan Afghanistan. “Petinggi Taliban ragu atas inisiatif Kabul,” katanya.

Dewan selama lima tahun terakhir juga menghubungi pemimpin oposisi bersenjata lainnya, seperti Gulbuddin Hekmatyar serta kelompok Haqqani, kata Rabbani.

Dewan tersebut sebelumnya mengatakan telah melakukan kontak langsung dan tidak langsung dengan pimpinan Taliban Afghanistan, namun Taliban tampaknya masih akan berkeras pada tuntutan mereka untuk penarikan pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan sebagai prasyarat bagi pembicaraan dengan Kabul.

Mantan Duta Besar Pakistan di Afghanistan Rustum Shah Mohmand juga ragu dengan keberhasilan Kabul atas upaya rekonsiliasi tersebut.
Mohmand mengatakan kepada The Tribune Express bahwa mereka yang sedang menikmati kekuasaan di Afghanistan tidak tertarik dalam usaha (rekonsiliasi) tersebut.

“Secara riil, orang-orang istimewa (di pemerintahan) tersebut menentang penarikan pasukan asing dari Afghanistan karena mereka sangat sadar bahwa mereka juga akan harus berkemas segera setelah pasukan asing ditarik,” kata dia.*

Keterangan foto: Walau sempat dikabarkan telah tewas, pembicaraan AS-Taliban tetap dengan keterlibatan pemimpin Taliban Mullah Omar.

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Prancis Harus Bayar Kompensasi ke Orangtua Remaja Putri yang Gabung Militan Suriah

Prancis Harus Bayar Kompensasi ke Orangtua Remaja Putri yang Gabung Militan Suriah

Raja Perlis Tegaskan Tolak Syiah

Raja Perlis Tegaskan Tolak Syiah

Majelis Rendah Prancis Setuju Homo Boleh Kawin dan Adopsi Anak

Majelis Rendah Prancis Setuju Homo Boleh Kawin dan Adopsi Anak

Wartawan yang Dipenjara Myanmar Dikenakan Tuduhan Baru

Wartawan yang Dipenjara Myanmar Dikenakan Tuduhan Baru

Presiden Yaman Kembali ke Negerinya

Presiden Yaman Kembali ke Negerinya

Baca Juga

Berita Lainnya