Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Wakil 18 Negara Ikuti Konferensi Peradaban di Alexandria

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam rangka mengembangkan misi hubungan peradaban antar bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian, Bibloteca menggelar konferensi yang bertajuk “Ta’aruf al-Khadharat”.

Acara ini bertempat di Bibloteca Alexandria selama dua hari, 18-19 Mei 2011, dan dihadiri oleh para peserta dari 18 negara-negara Islam dan Arab.

Turut menyukseskan acara ini dua lembaga, yakni Pusat Studi Kebudayaan dan Dialog Peradaban Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Universitas Kairo, dan “Markaz al-Hiwar” Universitas al-Azhar.

Ta’aruf Khadharat secara harfiyah berarti usaha saling mengenal beragam peradaban. Ia merupakan istilah modern yang muncul untuk mengembangkan wawasan pengetahuan dan memerangi ketidaktahuan terhadap peradaban dunia. Istilah ini bertujuan untuk membina hubungan antar peradaban secara bermartabat dan saling menghormati.

Di samping itu, ia juga mengkritisi istilah-istilah yang berdampak negatif yang sering disandingkan dengan kata “peradaban”, seperti istilah: konflik, konfrontasi, divisi dan penolakan sepihak oleh yang kuat.

Konferensi ini akan membahas peradaban untuk mengatasi masalah-masalah besar dan membangun dunia yang damai, aman, sejahtera dan berkemajuan, sehingga bisa dinikmati manusia semuanya.

Kertas kerja yang dipresentasikan akan banyak mengulas contoh-contoh, baik dari sejarah, kondisi kekinian, maupun dari sisi keahlian dan pengalaman manusia saat ini. Tentunya atas dasar perspektif dan bidang yang berbeda, seperti: ilmu, pendidikan, perdagangan, perang dan perdamaian, diplomasi, revolusi informasi, perkembangan teknologi komunikasi, dst.

Konferensi ini terasa sangat padat namun juga singkat, apalagi -seperti yang dijelaskan dalam proposal-, dibebani menjawab pertanyaan masalah-masalah rumit, seperti bagaimana mengubah masa depan dunia, beserta sistem internasionalnya, lembaga-lembaganya dan undang kebijakan internasional. Dan bagaimana menyelamatkan dunia dari dominasi negara-negara besar dalam memberi arah konferensi internasional tentang perempuan, pembangunan, lingkungan hidup, kependudukan, dll

Namun paling tidak konferensi ini dapat memberi sumbangan positif bagi umat manusia bagaimana khazanah Islam memberi contoh dalam bentuk kekayaan intelektual maupun contoh nyata tentang hubungan damai antar peradaban umat manusia.*~laporan Henri Shalahuddin dari Iskandariya 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Front Salafy Keluar dari Aliansi Nasional Bentukan Al-Ikhwan

Front Salafy Keluar dari Aliansi Nasional Bentukan Al-Ikhwan

Polisi Geledah Gereja Scientology Budapest

Polisi Geledah Gereja Scientology Budapest

Pengungsi Iraq di Suriah Kritik Kinerja Komisi PBB

Pengungsi Iraq di Suriah Kritik Kinerja Komisi PBB

Unta Mati, Aramco Dituntut 1 Juta Riyal

Unta Mati, Aramco Dituntut 1 Juta Riyal

Sekjen OKI:   Israel Berusaha Lakukan “Yahudinisasi” Kota Suci Jerusalem

Sekjen OKI: Israel Berusaha Lakukan “Yahudinisasi” Kota Suci Jerusalem

Baca Juga

Berita Lainnya