Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Inggris: Qadhafi Bisa Diperlakukan Sama Seperti Usamah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pembunuhan Usamah bin Ladin dapat digunakan sebagai pembenaran menghukum mati Muammar  Qadhafi, demikian disuarakan anggota parlemen Inggris, seperti diberitakan The Telegraph, Selasa (17/5).

Para peneliti independen dari House of Commons Library, sebuah lembaga penelitian dan informasi di Parlemen Inggris,  menyarankan, argumen Amerika Serikat yang digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas pemimpin Al-Qaidah, bisa juga diterapkan untuk melakukan pembunuhan pada orang lain.

Para pejabat Amerika telah mengatakan, legal bagi pasukan AS untuk membunuh bin Ladin karena dia pemimpin komando permusuhan terhadap kepentingan nasional Amerika.

“Beberapa argumen yang digunakan untuk melaksanakan pembunuhan yang halal atas Bin Ladin, bisa diterapkan jika pasukan koalisi membunuh Kolonel Qadhafi,” kata para peneliti.

Laporan lembaga  itu yang berjudul, ‘Dengan membunuh Usamah bin Ladin: keadilan telah dilakukan?”,  juga meramalkan bahwa “pembunuhan terarah ” terhadap individu akan menjadi umum, sebagaimana  tindakan atas pembunuhan Usamah.

“Pembunuhan Bin Ladin merupakan tanda AS akan semakin cenderung untuk membunuh, bukan untuk menangkap anggota al-Qaidah,” kata laporan itu.

“Sebuah implikasi yang lebih luas adalah, pembunuhan bisa dilihat sebagai preseden untuk pembunuhan bertarget atas individu oleh negara manapun, melintasi batas internasional, setidaknya pada wilayah sarang terorisme.”

“Negara-negara yang bertindak dengan cara ini, semakin besar kemungkinan untuk menjadi bisa diterima, setidaknya secara politik jika tidak masalah secara hukum internasional.”

Menteri Inggris telah mengatakan bahwa Qadhafi tidak akan ditargetkan sebagai seorang individu, tetapi telah memperingatkan bahwa siapa pun yang mengontrol dan berperan dalam militer Libya, bisa menjadi sasaran yang sah untuk serangan udara atau tindakan militer lainnya.*

Keterangan foto: Qadhafi saat bersama istri keduanya, Safia Farkash.

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Tetapkan 5 Insinyur Sebagai Tersangka Jatuhnya Crane

Saudi Tetapkan 5 Insinyur Sebagai Tersangka Jatuhnya Crane

AS Masukkan Pimpinan Taliban Pakistan Daftar Teroris

AS Masukkan Pimpinan Taliban Pakistan Daftar Teroris

Tamarod Banjiri Jalan Mesir Menggoyang Mursy

Tamarod Banjiri Jalan Mesir Menggoyang Mursy

Aktivis  Buddha Radikal Tolak Myanmar Pulangkan Etnis Rohingya

Aktivis Buddha Radikal Tolak Myanmar Pulangkan Etnis Rohingya

Qatar Desak Mall Berlakukan Larangan Merokok

Qatar Desak Mall Berlakukan Larangan Merokok

Baca Juga

Berita Lainnya