Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pervez Musharraf Bantah Izinkan Bunuh Bin Ladin

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf hari Selasa (10/5) membantah bahwa pemerintahnya mengizinkan Amerika Serikat untuk membunuh Usamah bin Ladin di tanah Pakistan.

Bantahan itu disampaikan Musharraf setelah media Inggris dan Amerika Serikat bertubi-tubi menyatakan Pakistan membolehkan penyerbuan atas Bin Ladin di wilayah negaranya.

“Pervez Musharraf telah melihat laporan media, dan izinkan saya untuk menjelaskannya bahwa tidak ada kesepakatan semacam itu yang ditandatangani selama masa jabatannya,” kata Musharraf lewat jurubicaranya Fawad Chaudhry. Ditambahkannya bahwa kesepakatan oral juga tidak ada.

Pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat menyerbu sebuah rumah di Abottabad, Pakistan, 2 Mei dini hari untuk membunuh Usamah bin Ladin. Ikut tewas dalam penyergapan itu beberapa laki-laki yang tinggal di rumah tersebut, di antaranya diduga putra Bin Ladin.

Dalam laporan Guardian Kamis lalu dikatakan bahwa menurut para pejabat AS dan mantan pejabat Pakistan, Musharraf dan George W. Bush mengadakan kesepakatan tersebut setelah Bin Ladin lepas dari sergapan pasukan AS di Tora Bora akhir 2001. Jika hal itu terjadi maka Pakistan akan menyangkalnya.

“Laporan Guardian tidak berdasar,” kata Chaudhry.

Dalam sebuah wawancara Januari tahun 2002. Jenderal Tommy Franks yang saat itu menjadi kepala Pusat Komando AS, mengatakan bahwa Pakistan mengizinkan pasukan AS di Afghanistan untuk melewati perbatasan guna mengejar target-target mereka termasuk Usamah bin Ladin.

“Jika ada kesepakatan semacam itu, pemerintah Pakistan akan menyampaikannya ke parlemen, dan jika ada kesepakatan itu pemerintah Amerika harus mengungkapkannya ke publik,” kata Chaudhry dari Dubai  kepada Associated Press, tempat di mana kini Musharraf tinggal.

Ditambahkan Chaudhry, selama memerintah Musharraf selalu menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin melakukan penyerbuan di wilayah Pakistan.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kesultanan Oman Terima 10 Tahanan Guantanamo

Kesultanan Oman Terima 10 Tahanan Guantanamo

Kerusuhan di Penjara Iran Karena Panik Corona

Kerusuhan di Penjara Iran Karena Panik Corona

“Aksi Penimpukan” Incar Para Kepala Negara!

“Aksi Penimpukan” Incar Para Kepala Negara!

Myanmar Sewot Pejabat PBB Karena Gunakan Istilah ‘Rohingya’

Myanmar Sewot Pejabat PBB Karena Gunakan Istilah ‘Rohingya’

Pemain Manchester City Dilarang Hadiri Pesta Natal Klub

Pemain Manchester City Dilarang Hadiri Pesta Natal Klub

Baca Juga

Berita Lainnya