Senin, 5 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Sai Baba Dibaringkan di Peti kaca

Bagikan:

Hidayatullah.com–Hari keempat kematian Sai Baba, ribuan orang masih menyemut di kampung halaman sekaligus akhir masa tokoh spiritual India itu di Puttaparthi, Andhra Pradesh, India.

Orang laki-perempuan tua-muda kaya-miskin tampak menangis meratapi kepergian laki-laki berambut ikal megar itu, di aula tempat laki-laki itu biasa menemui para pengikutnya.

Mayat Sai Baba dibaringkan di peti kaca di aula Sai Kulwant, lengkap dengan pakaian jubah kebesarannya yang berwarna oranye mencolok, yang juga menjadi tempat persinggahannya terakhir di dunia.

Sai Baba yang menyebut dirinya tuhan itu menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 86 tahun di rumah sakit hari Sabtu pagi (23/4), setelah satu bulan dirawat dan tiga pekan dalam keadaan kritis karena gangguan pada jantung dan pernafasannya.

Para pelayat tidak hanya datang dari seluruh penjuru India, tapi juga dari luar negeri. Tokoh-tokoh terkenal yang tampak di sana antara lain politikus dan menteri India Vilas Rao Deshmukh dan Praful Patel, bintang olahraga cricket India Sachin Tendulkar, guru yoga Baba Ramdev. Tendulkar yang dikenal sebagai pengikut setia Sai Baba datang bersama isterinya, Anjali.

Perdana Menteri India Manmohan Singh datang pada hari ketiga, Senin (25/4). Tokoh Partai BJP yang diketahui banyak menjadi pengikut Sai Baba juga hadir, termasuk ketuanya LK. Advani.

Polisi mengarahkan personilnya untuk mengatur dan mengamankan massa yang melayat.

Satya Sai Baba lahir dari keluarga miskin pada 23 Nopember 1926 dengan nama Satyanarayana Raju. Petualangannya menjadi seorang baba dimulai setelah ia disengat kalajengking, yang menyebabkannya kehilangan minat pada pelajaran di sekolah dan lebih tertarik pada masalah klenik di saat remaja, hingga kemudian memproklamirkan diri sebagai titisan Shirdi Baba yang dikenal sebagai tokoh spiritual dengan berbagai keajaiban.

Tahun 1950 dia mulai terkenal, dan orang-orang dari segala penjuru dunia datang ke asramanya, Prashanti Nilayam, untuk mendengarkan pesan perdamaian dan menyaksikan pertunjukan sihir yang selalu dipertontonkannya, mulai dari serbuk putih yang dianggap suci, perhiasan emas, hingga jam tangan Rolex.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Berkapasitas 1,2 Juta Jamaah, Masjidil Haram Diperluas

Berkapasitas 1,2 Juta Jamaah, Masjidil Haram Diperluas

robot

Pengelola Masjid Nabawi Gunakan Robot untuk Semprot Disinfektan

Pengadilan Jerman Perintahkan Tesla Berhenti Menebang Pohon di Lokasi Pabriknya

Pengadilan Jerman Perintahkan Tesla Berhenti Menebang Pohon di Lokasi Pabriknya

Hakim Tolak Gugatan Atas Masjid Murfreesboro

Hakim Tolak Gugatan Atas Masjid Murfreesboro

Universitas Kenyatta Kalahkan Universitas Oxford dalam Kompetisi Calon Pengacara

Universitas Kenyatta Kalahkan Universitas Oxford dalam Kompetisi Calon Pengacara

Baca Juga

Berita Lainnya