Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Politikus Pembenci Islam itu Dukung RMS

Bagikan:

Hidayatullah.com–Hari Senin ini, para pendukung Republik Maluku Selatan (RMS), merayakan proklamasi kemerdekaan tanggal 25 April 1950. Perayaan berlangsung di sebuah gedung  pertemuan di kota Apeldoorn.

Sehubungan dengan perayaan tersebut, Geert Wilders, pemimpin partai sayap kapan Belanda, PVV, menyatakan dukungannya pada gerakan separatis  RMS.

Melalui jejaring Twitter ia menyatakan: “Hari ini berlangsung peringatan perjuangan kemerdekaan Maluku. Dan sekarang sudah saatnya, mereka merdeka, bebas dari Indonesia yang islami.”

Pendukung gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda hanyalah kelompok kecil dan tidak memiliki akses yang luas, sehingga sulit untuk mendukung secara finansial perjuangan RMS di Maluku.

Hilde Janssen, seorang wartawati dari sebuah koran yang terbit di Belanda, pernah mengungkapkan, dukungan kelompok kecil itu, terutama datang dari eks-warga Maluku yang melarikan diri dan menetap di Belanda.

Sebelumnya tokoh ultrakanan itu dikabarkan kembali akan membuat sensasi. Ia akan mengeluarkan buku tentang Islam, pada paruh kedua tahun ini, demikian dikutip Radio Nederland.

Bukunya nanti akan berisi pandangan sejarah terhadap Islam serta pendapat Wilders sendiri. Buku ini menekankan bahwa Islam bukan agama, melainkan ideologi, kata Wilders.

Dalam wawancara dengan sebuah situs Belanda, NU.nl, Wilders juga membahas situasi di Timur Tengah. Menurut Wilders tidak akan ada demokrasi di negara-negara seperti Mesir, Tunisia dan Libya jika masyarakat tidak meninggalkan Islam.

Politikus sayap kanan Belanda ini mendadak ternama setelah mengatakan “Al-Quran adalah kitab fasis”.  Ia pernah mengatakan, al-Quran sebagai penyebab dari masalah-masalah seperti terorisme, pembunuhan, ekstrimisme, dan radikalisme.

Ia juga menjadi perhatian dunia setelah membuat film berjudul “Fitna” yang banyak berisi menyudutkan Islam.

Barat dan Eropa sering mengkampanyekan kekerasan agama. Namun di saat yang sama, mereka membiarkan perilaku melecehkan agama orang lain dan hanya akan membangkitkan kekerasan.*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Neo-Nazi Jerman Ingin Mengusir Para Imigran

Neo-Nazi Jerman Ingin Mengusir Para Imigran

Maling di Milan Pantau Laman Instagram Orang Kaya Sebelum Merampok

Maling di Milan Pantau Laman Instagram Orang Kaya Sebelum Merampok

Sudan Pidanakan Mutilasi Genital Wanita

Sudan Pidanakan Mutilasi Genital Wanita

Mufti Rusia: Muslim Moskow Perlu Tambahan Masjid

Mufti Rusia: Muslim Moskow Perlu Tambahan Masjid

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya tewas dalam waktu sebulan, kata MSF

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya tewas dalam waktu sebulan, kata MSF

Baca Juga

Berita Lainnya