Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Muhammadiyah Malaysia Sampaikan Nasehat kepada Hanung

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepribadian yang menarik dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan adalah ketaatan agamanya dan semangat juang yang tinggi dalam menegakan dakwah Islam di Indonesia, tepatnya di Kauman Yogyakarta. Dalam usia 21 tahun, Kiyai Dahlan sudah mulai membangun karir dakwahnya. Itulah salah satu motif pembuatan film “Sang Pencerah”.

Demikian salah prolog yang disampaikan oleh sutrada film “Sang Pencerah”, Hanung Bramantyo dalam sebuah acara “Nonton Bareng dan bedah film “Sang Pencerah” yang digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia, di Aula Hasanuddin, Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Sabtu, (23/4).

Selain Hanung, acara bedah film ini juga menghadirkan Zulfan Haidar Zamzuri Umar, Ketua I Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah, Malaysia, dan Dr. Syamsuddin Arif, dosen Filsafat IIUM, Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan ini, mewakili Cabang Istimewa Muhammadiyah di Malaysia, Zulfan Haidar menyampaikan beberapa poin nasehat dan saran konstruktif kepada Hanung.

Pertama, Zulfan menasehatkan agar Hanung tetap bertawadhu (rendah hati)  dan tidak menjadi seorang yang arogan ketika karya-karya filmnya mendapat pujian dan sanjungan masyarakat, sebagaimana terjadi saat ini.

Kedua,  ia juga meminta Hanung mengedepankan optimisme, keterbukaan dan lapang dada ketika memperoleh kritikan. Ketiga, Hanung adalah aset Muhammadiyah, oleh sebab itu idiologi Islam yang selama ini diyakini oleh Muhammadiyah supaya tetap menjadi rujukan dan pegangan. 

Menanggapi nasehat dan saran-saran Zulfan Haidar ini Hanung mengaku senang.  Apalagi menurutnya, nasihat tersebut disampaikan dari seorang tokoh Muhammadiyah yang kebetulan juga tetangganya di kampung halamannya, Kauman, Yogyakarya.

Sementara itu, beberapa adegan dialog cerita dalam film “Sang Pencerah” seperti, “Agama itu proses” dan “Agama itu seperti musik” sebagaimana terdapat dalam sebuah adegan dialog antara kiyai Dahlan dan murid-muridnya dalam film tersebut mendapat sorotan tajam dari Dr. Syamsuddin Arif.

Menurut Syamsuddin, hematnya, agama itu berkaitan dengan keyakinan atau aqidah yang sudah barang tentu memiliki definisi tertentu dan jelas. Penyerupaan (tasyabbuh) seperti itu dikhawatirkan akan merusak pengertian agama yang sebenarnya.

Penilaian Syamsuddin Arif ditanggapi oleh Hanung dengan kapasitasnya sebagai pembuat film. Menurutnya, Kiai Ahmad Dahlan itu seorang yang cerdas. Ketika berbicara, beliau mampu memposisikan dan menyesuaikan dirinya kawan bicaranya, sesuai dengan usia dan kapasitas intelektualismenya masing-masing. Bahasa dengan anak-anak tentu berbeda dengan bahasa orang dewasa, tegasnya.

Sebaliknya, agama bisa menjadi sulit dan beban, bahkan menjadi bahan cemooh dan tawaan orang lain apabila tanpa dibarengi dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman. Demikian bela Hanung dengan uangkapan, “agama itu seperti musik”.*/Imron Baehaqi, Kuala Lumpur

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

643 Pelanggaran Peraturan Covid-19 dalam 2 Hari Pertama Arab Saudi Membuka Masjid

643 Pelanggaran Peraturan Covid-19 dalam 2 Hari Pertama Arab Saudi Membuka Masjid

Harus Dukung Homoseksual Jika Mau Uang dari Inggris

Harus Dukung Homoseksual Jika Mau Uang dari Inggris

Jamaah Indonesia Mulai Padati Masjidil Haram

Jamaah Indonesia Mulai Padati Masjidil Haram

Dalam 24 Jam, Delapan Tentara Inggris Tewas di Afganistan

Dalam 24 Jam, Delapan Tentara Inggris Tewas di Afganistan

Keluar Rumah Tak Pakai Masker Warga Maroko Bisa Masuk Bui

Keluar Rumah Tak Pakai Masker Warga Maroko Bisa Masuk Bui

Baca Juga

Berita Lainnya