Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Prancis Mulai Terapkan Larangan Burka

Bagikan:

Hidayatullah.com–Prancis mulai memberlakukan undang-undang yang melarang perempuan Muslim menutup wajahnya dengan cadar atau burka ketika berada di tempat umum.

Hukuman bagi yang melanggarnya adalah denda sebesar US$217 dan kerja sosial.
Sedangkan bagi orang yang dengan sengaja memaksa perempuan memakai burka untuk menutup wajahnya mendapat ancaman lebih tinggi yaitu denda yang lebih besar dan penjara hingga dua tahun.

Meski mengaku sebagai negara sekuler, Prancis adalah negara Eropa pertama yang melarang penggunaan baju Muslim meskipun sebagai bagian dari ibadah agama.
Di bawah undang-undang tersebut, setiap perempuan, Prancis atau warga asing, berjalan di jalan atau taman di Prancis dan menutup wajah dengan niqab (cadar yang hanya menyisakan bagian mata) atau burka yang menutup secara keseluruhan akan dihentikan oleh polisi dan didenda.

Besaran denda mungkin terhitung sedikit tapi secara simbolis ini adalah sebuah perubahan besar.

Pemerintah Prancis menyatakan kalau menggunakan penutup wajah mengganggu perikehidupan di dalam komunitas bersama dan juga dianggap sebagai menurunkan status bagi perempuan dimana Prancis memakai azas kesamaan derajat.

Dan tampaknya semua orang termasuk kebanyakan Muslim di Prancis akanmenyetujui undang-undang tersebut.

Walaupun ada aksi penentangan dari para penolak undang-undang ini atau kaum kebebasan beragama, tetapi sepertinya tidak terlalu berpengaruh.

Ada pula pertanyaan mengapa harus membuat undang-undang pelarangan,mengingat hanya sekitar 2.000 wanita di Prancis yang memakai niqab atau burka.

Kritikus menyebut ini adalah strategi Presiden Prancis Nicolas Sarkozy untuk memainkan isu soal Islam karena dia adalah seorang presiden yang tidak begitu populer dan membutuhkan suara dalam pemilihan mendatang.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Investigasi FBI Melaporkan ‘Tidak Ada Kesimpulan’ tentang Penyebab Ledakan di Beirut

Investigasi FBI Melaporkan ‘Tidak Ada Kesimpulan’ tentang Penyebab Ledakan di Beirut

Di Jerman Wanita Digaji 20% Lebih Rendah Dibanding Pria

Di Jerman Wanita Digaji 20% Lebih Rendah Dibanding Pria

Perusahaan Amerika Siap Raup Untung dari Wabah Ebola

Perusahaan Amerika Siap Raup Untung dari Wabah Ebola

Intelijen Jerman: Jumlah Pendukung Islam Naik

Intelijen Jerman: Jumlah Pendukung Islam Naik

Ratu Rania Tolak Bukunya Diterjemahkan ke Hebrew

Ratu Rania Tolak Bukunya Diterjemahkan ke Hebrew

Baca Juga

Berita Lainnya