Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pengadilan Bebaskan Majikan Sumiati

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengadilan di Madinah hari Sabtu (02/4) membebaskan wanita majikan Sumiati, yang pada bulan Januari lalu diganjar hukuman tiga tahun penjara karena menyiksa tenaga kerja wanita asal Indonesia itu.

Pengadilan meragukan kebenaran tuduhan yang dikemukakan Sumiati binti Salan Mustapa, 23, atas majikannya, karena pembantu rumah tangga itu menolak diambil sumpahnya di pengadilan. Demikian menurut pengacara terdakwa, Ahmad Al-Rashid, kepada Arab News lewat telepon.

Di samping itu Al-Rashid juga berupaya mengajukan tuntutan kerugian bagi kliennya.

Sementara itu pengacara yang mewakili Sumiati mengatakan, ia akan mengajukan banding terhadap putusan bebas yang diberikan hakim kepada majikan Sumiati. Menurutnya, ia memiliki bukti yang menunjukkan bahwa pembantu itu berkata benar.

Selama persidangan, wanita majikan Sumiati “menyangkal semua tuduhan yang didakwakan, dengan mengatakan pembantunya memukuli dirinya sendiri,”  kata seorang pejabat konsulat Indonesia dalam sebuah pernyataan sebelumnya.

Meskipun akhirnya memutuskan bebas, dulu ketika hakim ditunjukkan foto luka-luka yang diderita Sumiati, hakim kabarnya mengakui bahwa bukti itu menunjukkan Sumiati benar-benar disiksa oleh majikannya.

Didi Wahyudi, pejabat yang bertanggungjawab atas perlindungan warga negara Indonesia di Konsulat Indonesia, membenarkan bahwa majikan Sumiati dibebaskan karena si pembantu rumah tangga tidak dapat memberikan bukti konkret selama persidangan.

Bulan Januari sebuah pengadilan di Madinah menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa. Saat itu kasus Sumiati mendapat perhatian banyak pihak termasuk para pejabat tinggi Indonesia. *

Rep: Dija
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Netanyahu Berterima Kasih kepada Turki atas Kiriman Pesawat Pemadam Api

Netanyahu Berterima Kasih kepada Turki atas Kiriman Pesawat Pemadam Api

Pemimpin Muslim Kano: Boko Haram akan Dikalahkan

Pemimpin Muslim Kano: Boko Haram akan Dikalahkan

Gallup: “60 Persen Rakyat AS Yakin Pemerintahannya Tidak Aspiratif”

Gallup: “60 Persen Rakyat AS Yakin Pemerintahannya Tidak Aspiratif”

Demonstran Pro-Demokrasi Hong Kong Minta Bantuan Bekas Penjajahnya

Demonstran Pro-Demokrasi Hong Kong Minta Bantuan Bekas Penjajahnya

Iran Salahkan Saudi dan AS dalam  Serangan Mematikan dalam Parade Militer

Iran Salahkan Saudi dan AS dalam Serangan Mematikan dalam Parade Militer

Baca Juga

Berita Lainnya