Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Menteri Pertahanan Amerika Bela Kebijakan Intervensi ke Libya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sehari sebelum Presiden Barack Obama menyampaikan pidatonya mengenai misi militer yang dilakukan Amerika di Libya, Menteri Pertahanan Robert Gates ditanya apakah kerusuhan dan pertumpahan darah di Libya mengancam kepentingan nasional Amerika.

Gates menjawab, “Tidak. Sama sekali tidak mengancam kepentingan utama Amerika. Namun, itu mengancam kepentingan yang terkait dengan Liga Arab, Eropa, masalah kemanusiaan secara umum. Setelah terjadi revolusi di timur dan barat Libya, yaitu di Mesir dan Tunisia, destablisasi yang sedang terjadi di Libya ini kemungkinan dapat mengancam hasil revolusi di Mesir dan Tunisia. Itulah yang menjadi pertimbangan Amerika.”

Gates berbicara demikian dalam program “This Week” di stasiun televisi ABC bersama dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang menjelaskan apa yang mungkin terjadi apabila intervensi tidak dilakukan di Libya.

Sementara, Menlu AS Hillary Clinton juga membela keputusan Amerika memimpin pasukan koalisi menegakkan zona larangan terbang di Libya. Clinton mengatakan bahwa Libya sangat penting bagi Inggris, Prancis, Italia dan sekutu-sekutu NATO lainnya, serta negara-negara Arab mitra Amerika.

Bak pahlaman, Clinton mengatakan, “Bayangkan apabila Amerika hanya berpangku tangan, sementara Benghazi yang berpenduduk 700.000 diserang habis. Puluhan ribu orang mungkin sudah dibunuh dan ratusan ribu lainnya tidak bisa mengungsi ke mana pun atau membanjiri Mesir, yang sedang mengalami masa peralihan yang sulit. Jika Amerika tidak berbuat apa-apa, mereka akan berteriak ‘Mengapa Amerika tidak berbuat apa-apa?’”

Kebijakan untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Libya didukung oleh anggota Fraksi Republik yang duduk dalam Komite Angkatan Bersenjata Senat, John McCain dari negara bagian Arizona.

McCain menjelaskan, “Kita dapat berdalih mengenai definisi kepentingan utama. Tidak ada kepentingan Amerika yang dipertaruhkan sehubungan dengan peristiwa Srebrenica, Rwanda, dan Holocaust. Di Libya, kekuatan-kekuatan Moammar Khadafi sudah ada di pinggiran kota Benghazi. Ia sendiri yang mengatakan akan memasuki setiap rumah dan membunuhi warga. Syukurlah, setelah penegakkan zona larangan terbang, kita berhasil mencegah apa yang akan terjadi.”

Sebagian anggota Kongres mengecam penggunaan cara militer oleh pemerintahan Obama di luar negeri dilakukan tanpa meminta persetujuan Kongres. Tetapi, Senator McCain telah mendesak pemerintahan Obama agar segera bertindak berminggu-minggu sebelum Dewan Keamanan PBB menyetujui intervensi ke Libya untuk mencegah pembunuhan terhadap lawan-lawan pemerintah.

Karena NATO akan mengambil alih tanggung jawab atas operasi militer di Libya, Menteri Pertahanan Gates mengatakan Amerika akan mundur dari sebagian operasi militer. Ditanya apakah misi militer itu akan berakhir menjelang akhir tahun ini, Gates mengatakan, “Saya rasa tidak seorang pun tahu jawabannya.” *

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Negara Teluk Setuju Kenaikan Pajak Tembakau

Negara Teluk Setuju Kenaikan Pajak Tembakau

Komite: Aset 16 Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir Disita

Komite: Aset 16 Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir Disita

2/3 Rakyat AS Minta Pasukannya Tinggalkan Afghanistan

2/3 Rakyat AS Minta Pasukannya Tinggalkan Afghanistan

Tersangkut Dieselgate CEO Audi Ditahan Polisi Jerman

Tersangkut Dieselgate CEO Audi Ditahan Polisi Jerman

Sai Baba Dibaringkan di Peti kaca

Sai Baba Dibaringkan di Peti kaca

Baca Juga

Berita Lainnya