Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ex Presiden Israel Dipenjara karena Memperkosa

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mantan presiden Israel Moshe Katsav hari Selasa (22/3) dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena melakukan pemerkosaan.

Katsav menyangkal tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya dua kali memperkosa staf wanitanya, ketika menjabat menteri di akhir tahun 1990-an, dan melakukan pelecehan seksual terhadap dua wanita lain yang bekerja untuknya selama menjabat presiden tahun 2000-2007.

Namun, panel yang terdiri dari tiga hakim pada bulan Desember sudah berkeyakinan jika kesaksian Katsav di ruang sidang dipenuhi dengan banyak kebohongan.

“Ketika seorang perempuan mengatakan tidak, itu artinya tidak,” kata hakim dalam putusannya.

Pria yang kini berusia 65 tahun itu juga terbukti bersalah mengganggu proses pengadilan, karena mencoba membujuk salah satu pelapor terkait kesaksiannya pada polisi.

Menurut hukum pidana Israel, kasus pemerkosaan bisa diganjar 4 hingga 16 tahun penjara.

Katsav, yang disebut-sebut sebagai penganut Yahudi yang taat, mengaku sebagai korban dan target sasaran bermotif etnis.

Secara mengejutkan Katsav terpilih menjadi presiden pada tahun 2000, mengalahkan Shimon Peres. Terbongkarnya skandal seks Katsav, juga menguak kasus korupsi perdana menteri Israel saat itu, Ehud Olmert, yang membuatnya ikut terjungkal.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Turki Lakukan Penangkapan Puluhan Kolonel Diduga Terkait Gulen

Turki Lakukan Penangkapan Puluhan Kolonel Diduga Terkait Gulen

Qatar Bantah Keempat Negara Arab Telah Buka Jalur Penerbangan Darurat

Qatar Bantah Keempat Negara Arab Telah Buka Jalur Penerbangan Darurat

Jerman Tutup Pintu Perbatasan  dengan Lima Negara

Jerman Tutup Pintu Perbatasan  dengan Lima Negara

Parlemen Israel Tambah Anggaran Pertahanan

Parlemen Israel Tambah Anggaran Pertahanan

Editor Xinjiang Daily Dipecat karena Mengkritik Kebijakan Pemerintah China atas Uighur

Editor Xinjiang Daily Dipecat karena Mengkritik Kebijakan Pemerintah China atas Uighur

Baca Juga

Berita Lainnya