Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Internasional

Liga Arab Gelar Rapat Mendadak Bahas Libya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dua puluh dua Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Liga Arab hari ini Sabtu, (12/3), menggelar rapat mendadak membahas penyelesaian soal krisis di Libya.

Libya sebenarnya mengirimkan wakil untuk menghadiri pertemuan yang berlangsung di Kairo, Mesir, namun kehadirannya ditolak oleh negara-negara anggota Liga Arab.
 
Pertemuan ini akan membicarakan dukungan pengenaan zona larangan terbang kepada Libya.

Selain itu pertemuan ini juga akan membahas pengakuan terhadap gerakan oposisi yang memerangi rezim penguasa dibawah Kolonel Muammar Qadhafi.

Sebelumnya sikap lebih tegas telah diambil oleh pemimpin negara-negara Uni Eropa.

Dalam pernyataannya kemarin para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa menyerukan agar pemimpin Libya, Muammar Qadhafi menyerahkan kekuasaan.

Meskipun tidak ada yang menginginkan pengerahan kekuatan militer namun sejumlah pemimpin negara Eropa mengatakan pilihan itu bukanlah hal yang sama sekali tertutup.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan pesan negara-negara di Eropa sangat jelas dan mereka juga tidak ingin menutup opsi untuk melakukan intervensi militer.

Prancis bersama Inggris dalam pertemuan itu mendesak negara-negara Eropa untuk tidak hanya menerapkan zona larangan terbang saja melainkan juga membantu perjuangan warga Libya yang menentang Qadhafi

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat , Barack Obama, yang menyatakan dunia memiliki kewajiban untuk mencegah pembunuhan massal atas warga sipil Libya, seperti yang pernah terjadi di Bosnia dan Rwanda pada masa 1990-an.

Sementara itu, campur tangan militer asing di Libya tidak dapat diterima dalam bentuk apapun, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu.

“Campur tangan militer asing harus disingkirkan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip RIA Novosti.

Pernyataan kementerian ini bersesuaian dengan resolusi Uni Afrika yang mendukung kedaulatan dan kesatuan kawasan Libya dan mengecam segala campur tangan militer asing.

PernyataanRusia terbaru ini menyusul sikap beberapa Negara Eropa seperti  Prancis  dan Inggris yang siap melancarkan serangan udara bertarget terhadap tentara pemimpin Libya Muammar Qadhafi. *

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Produsen Obat AIDS Janji Turunkan Harga setelah Dihujani Kecaman

Produsen Obat AIDS Janji Turunkan Harga setelah Dihujani Kecaman

Kampus Muslim Pertama di Amerika

Kampus Muslim Pertama di Amerika

Apa Ibukota Tunisia Sebenarnya?

Apa Ibukota Tunisia Sebenarnya?

RS Penjara Mubarak Tidak Terdaftar

RS Penjara Mubarak Tidak Terdaftar

Eks Menteri Norwegia Terbukti Mencabuli 3 Pria Pencari Suaka

Eks Menteri Norwegia Terbukti Mencabuli 3 Pria Pencari Suaka

Baca Juga

Berita Lainnya