Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemerintah Tunisia Rencanakan Pemilu

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden sementara Tunisia Fouad Mebazaa mengumumkan rincian pemilu yang dijanjikan setelah tumbangnya rezim Presiden Zine al-Abidine Ben Ali.

Mebazza mengatakan pemungutan suara untuk membentuk dewan perwakilan yang akan merancang ulang konstitusi akan digelar 24 Juli mendatang.

Sehingga, lanjut Mebazza, hingga pemilu digelar maka pemerintahan interim tetap akan menjalankan roda pemerintahan Tunisia.

Dalam pidatonya di televisi, Mebazza menegaskan tetap menjabat sebagai presiden sementara meski konstitusi saat ini membatasi masa jabatan seorang pejabat presiden hanya selama 60 hari.

Setelah terpilih, dewan konstitusi dapat menunjuk pemerintahan baru atau meminta pemerintah sementara untuk tetap menjalankan tugas hingga pemilihan presiden atau parlemen digelar.

Pasca tumbangnya Ben Ali 14 Januari lalu, Tunisia masih berjuang keras untuk memulihkan stabilitas negeri itu.

Sejak Perdana Menteri Mohammad Ghannouchi mundur, Minggu (27/2) lalu, enam orang menteri juga ikut mengundurkan diri.

Kekosongan Kekuasaan

Belum stabilnya kondisi politik ini menunjukkan kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan Ben Ali semakin nyata.

Kebingungan politik, tambah Bennett-Jones, diperparah dengan pembatasan masa jabatan penjabat presiden yang hanya 60 hari.

Mebazza menyatakan konstitusi lama sudah tidak memiliki kredibilitas sehingga dia akan tetap menjabat meski sudah melewati batas waktu.

“Konstitusi tidak lagi merefleksikan aspirasi rakyat setelah revolusi,” kata Mebazza dalam pidatonya.

Presiden, kata Bennett-Jones, saat ini harus menunggu dan melihat apakah rencananya ini akan memunculkan aksi protes baru atau mendapatkan dukungan dunia internasional.

Akhir pekan lalu, lima orang terbunuh setelah terjadi bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa yang menuntut perubahan lebih cepat.

Hampir dua bulan setelah tumbangnya Ben Ali, sebagian pengunjuk rasa masih menginap di dalam tenda-tenda di dekat kantor perdana menteri di pusat kota Tunis.

Namun, pengunjuk rasa lain mendesak agar warga Tunisia menghentikan unjuk rasa dan kembali bekerja. *

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Takut Diracuni, Mubarak Tolak Makanan Rumah Sakit

Takut Diracuni, Mubarak Tolak Makanan Rumah Sakit

Bush Telah Buktikan Janjinya Sebagai Agresor

Bush Telah Buktikan Janjinya Sebagai Agresor

Saif Qadhafi Muncul di Tripoli

Saif Qadhafi Muncul di Tripoli

Kuartet Kritik Langkah Zionis Perluas Permukiman Baru

Kuartet Kritik Langkah Zionis Perluas Permukiman Baru

Adik Lelaki Mantan Presiden Aljazair Bouteflika Ditangkap

Adik Lelaki Mantan Presiden Aljazair Bouteflika Ditangkap

Baca Juga

Berita Lainnya