Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Politisi Inggris Kritik Kemunafikan AS Atas Veto Resolusi Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com—Para politisi di Inggris mengkritik standar ganda AS atas veto yang dijatuhkannya berkaitan resolusi PBB yang mengecam Israel, yang hal itu berlainan saat Dewan Keamanan memberikan suara bulat untuk menghukum Libya.

Mantan Menteri Luar Negeri Bayangan dari Partai Demokrat Liberal, Dykes, mengatakan, sangat “menyedihkan” melihat AS sekali lagi untuk yang ke-42 kalinya telah “menghancurkan dan bahkan melakukan sabotase seenaknya” atas rancangan resolusi mengecam Israel.

“Sebuah keputusan yang menjelang bulat, dengan kata-kata resolusi yang moderat, guna meminta Israel mematuhi hukum internasional atas pendudukannya terhadap Palestina –saya sedih menggunakan kata ini– dihancurkan oleh AS,” kata Dykes, sebagaimana diberitakan IRNA, Rabu (2/3).

“Hal ini telah menyebabkan kekesalan yang besar, bahkan kebencian, terhadap Amerika di antara anggota Dewan Keamanan. Beberapa dari mereka dengan kearifannya tampak diam, tetapi menyimpan kesedihan,” katanya.

“Sekali lagi penolakan AS untuk mengutuk perilaku, yang bahkan Presiden Reagan berulang kali menggambarkan sebagai benar-benar ilegal, makin melanjutkan kolonisasi terhadap Tepi Barat dan, tentu saja, Al Quds (Jerusalem Timur).”

Dykes, yang saat ini sebagai Presiden kelompok Eropa-Atlantik, mengatakan, bahwa “sekali lagi masyarakat Arab melihat AS melakukan standar ganda.”

“Ketika Saddam Hussein menyerbu Kuwait, hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mengusirnya. PBB, dengan langka yang benar,  tidak ragu-ragu bertindak. Sementara  Israel menginvasi Tepi Barat, telah  44 tahun negara itu masih bercokol di wilayah itu,” katanya saat perdebatan singkat di parlemen pada hari Senin (28/2).

Dia mengatakan, veto itu, berbeda dengan Uni Eropa yang berdiri di sudut yang lain, “akan melekatkan kesan yang tidak nyaman dan keburukan pada diri sendiri, yang lebih jauh mengikis kepemimpinan Amerika di dunia Barat.”

Anggota Partai Buruh, Judd mengatakan bahwa secara historis itu menjadi “tragedi besar” melihat AS berperilaku, sebagaimana di PBB itu yang bertindak untuk kepentingan diri sendiri, untuk menegakkan hukum-hukum internasional penting pada saat Amerika Serikat “tidak lagi memiliki pengaruh.”

“Yang sangat menyedihkan bahwa apa yang dilakukan Amerika Serikat betul-betul sangat kontraproduktif bagi keamanan Israel. Justru ini tidak akan membantu rakyat Israel,” kata Judd, yang mantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan.

Anggota Demokrat Liberal lainnya, Falkner mengatakan bahwa “kita telah mendengarkan retorika yang bagus ketika pelantikan Presiden Obama, dengan cita-cita luhurnya, namun justru kita tidak melihat solusi yang lebih bagus dibanding solusi Oslo.”

Anggota Konservatif Tugendhat mengatakan bahwa meskipun Israel tetap “bandel”, namun AS tetap tidak bisa bertindak sebagai sahabat yang tulus, sehingga justru bisa terisolasi seperti Israel.

Sedang anggota Demokrat Liberal lainnya, Tonge, mempertanyakan masyarakat internasional yang sangat marah terhadap Libya dan para pemimpin bertindak cepat dan tegas dalam menjatuhkan sanksi, mengapa Israel, yang “menentang semua hukum internasional, tidak pernah dimintai pertanggungjawaban?”

Tonge menyatakan, fakta yang terlihat seakan-akan Israel “kebal terhadap hukum internasional” berkaitan sejumlah tindakan kriminalnya belakangan ini terhadap orang-orang Palestina.”*

Keterangan foto: Setelah veto AS jatuh, pemukim Israel semakin ganas merebut tanah rakyat Palestina.

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Jerman Geledah Masjid Terkait Dugaan Terorisme

Polisi Jerman Geledah Masjid Terkait Dugaan Terorisme

Kondisi Mahasiswa di Mesir Sejak Aksi Demonstrasi

Kondisi Mahasiswa di Mesir Sejak Aksi Demonstrasi

Adu Ayam Ala Timteng

Adu Ayam Ala Timteng

Atheis Sindir Kelompok Yang Percaya Kiamat 21 Mei 2011

Atheis Sindir Kelompok Yang Percaya Kiamat 21 Mei 2011

Polisi Tak Proses Kasus Kelas Teri Pengutilan di Inggris Meningkat

Polisi Tak Proses Kasus Kelas Teri Pengutilan di Inggris Meningkat

Baca Juga

Berita Lainnya