Ahad, 24 Januari 2021 / 10 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Israel Waspadai Krisis Politik Negara-Negara Timur Tengah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Israel mengawasi dengan seksama meluasnya pergolakan di Timur Tengah. Tapi, pejabat senior Israel bersikap hati-hati tapi optimis bahwa kawasan ini akan bergerak ke arah yang positif.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan pergolakan yang melanda Timur Tengah berbahaya bagi Israel namun juga membuka kesempatan untuk perdamaian.

Dalam wawancara dengan Radio Israel, Barak mengatakan Suriah telah mengisyaratkan bersedia melanjutkan perundingan damai, dan kalau demikian Israel siap menjadi mitra bagi Suriah.

Perundingan antara Israel dan Suriah ambruk tahun 2002 mengenai penarikan mundur Israel dari Dataran Tinggi Golan. Israel merebut dataran strategis itu dari Suriah dalam perang tahun 1967.

Barak juga mengecilkan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang memperingatkan bahwa militan Islamis bisa memanfaatkan perubahan politik di Mesir untuk meraih kekuasaan.

Israel khawatir tergulingnya Mubarak akan berpengaruh pada perjanjian damai Mesir-Israel.

Sebagian orang di Israel prihatin jika itu terjadi ada  kemungkinan Mesir akan membatalkan perjanjian perdamaian yang telah berlaku selama 32 tahun dengan Israel.

Barak mengatakan meskipun hal itu berbahaya, pergolakan yang menyingkirkan Presiden Mesir Hosni Mubarak tidak merupakan ancaman yang segera bagi Israel.

Saya tidak melihat gerakan gaya Khomeini di Mesir, kata Barak merujuk pada Ayatollah Khomeini yang memimpin Revolusi Islam Iran tahun 1979. Barak mengatakan Mesir tampaknya sedang mengarah pada reformasi demokrasi, dan angkatan darat yang dihormati rakyat Mesir ingin mempertahankan perjanjian damai dengan Israel.

Pada saat yang sama menteri pertahanan itu mengatakan Israel saat ini berada pada apa yang dikatakannya “lingkungan tetangga yang buruk”.

Barak mengatakan Timur Tengah merupakan kawasan yang penuh kekerasan dan tidak stabil, dimana tidak ada belas kasihan terhadap yang lemah. Israel harus tetap menjadi negara yang terkuat  secara militer di Timur Tengah karena seperti katanya “mereka yang tidak bisa membela diri sendiri tidak akan mendapat kesempatan kedua”.

Sebelum ini, anggota parlemen Israel, Benjamin Ben Eliezer mengatakan, AS tak menyadari bahaya yang mengancam Timur Tengah apabila pemilu demokratis digelar di Mesir dan kelompok Al Ikhwan al Muslimun (Ikhwan) menguasai parlemen Mesir.

PM Israel Benyamin Netanyahu dalam pidato di parlemen, pasca lengsernya Mubarak juga mengatakan,  sangat kecewa dengan sikap para sekutunya dan menyebut, Iran dapat memanfaatkan situasi di Mesir untuk menciptakan ”Gaza baru” pasca kemenangan revolusi rakyat mesir.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Malaysia Batalkan Konser Erykah Badu

Malaysia Batalkan Konser Erykah Badu

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Remaja Amerika Semakin Banyak yang Menghisap Rokok Elektrik

Remaja Amerika Semakin Banyak yang Menghisap Rokok Elektrik

Lieberman: Sekarang Mesir Lebih Bahaya dari Iran

Lieberman: Sekarang Mesir Lebih Bahaya dari Iran

Paus Ikut Setuju Solusi Dua Negara Merdeka rancangan Amerika

Paus Ikut Setuju Solusi Dua Negara Merdeka rancangan Amerika

Baca Juga

Berita Lainnya