Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Toko Lingerie Wanita di Sharjah Dilarang Pekerjakan Pria

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dewan Eksekutif Sharjah telah memerintahkan toko-toko penjual produk pakaian wanita hanya mempekerjakan staf perempuan, guna meningkatkan privasi pelanggan.

Dalam sebuah pertemuan dewan pada hari Selasa (22/2), Abdullah Salim bin Sultan Al-Qasimi, sebagai ketua dewan dan wakil penguasa Sharjah, mengeluarkan keputusan No. 6 Tahun 2011 tersebut.

Pemerintah daerah yang termasuk wilayah Uni Emirat Arab itu bertujuan ingin menjaga privasi perempuan di segala bidang, di samping peraturan itu sendiri sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Menurut Dirjen Pemerintah Daerah Sharjah Sultan Al-Mualla, peraturan itu sebenarnya telah dikeluarkan pada tahun 2010 oleh Departemen Ekonomi. Para pengelola toko diberi waktu satu tahun untuk menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut.

Al-Mualla mengatakan, larangan hanya berlaku untuk toko-toko penjual pakaian dalam wanita. Oleh karena itu, para pria masih bisa bekerja sebagai penjual pakaian dan pernak pernik lainnya.

“Peran kami adalah memastikan peraturan ini dilaksanakan,” kata Al-Mualla. “Jika ada toko yang melanggar, mereka akan mendapatkan peringatan.”

“Jika mereka mengulanginya, maka akan didenda. Jika mereka mengulangi untuk ketiga kalinya maka toko akan ditutup, sampai tidak ada lagi pegawai laki-laki,” papar Al-Mualla.*

Rep: Dija
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Iran Fasilitasi Perjalanan dan Visa Anggota Al-Qaeda

Iran Fasilitasi Perjalanan dan Visa Anggota Al-Qaeda

eSwatini Nama Baru Kerajaan Swaziland

eSwatini Nama Baru Kerajaan Swaziland

Samia hassan presiden perempuan

Inilah Samia Suluhu Hasan, Presiden Baru Tanzania

Nilai Mata Uang Anjlok, Presiden Zambia Minta Pertolongan Tuhan

Nilai Mata Uang Anjlok, Presiden Zambia Minta Pertolongan Tuhan

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Baca Juga

Berita Lainnya