Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Qadhafi Bersumpah Mati “Syahid” Lawan Demonstran

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin Libya Muammar Qadhafi bersumpah tidak meninggalkan negaranya dan bersedia mati “syahid” sementara demonstrasi anti pemerintah berkecamuk di Libya. Qadhafi berpidato dengan penuh emosi yang disiarkan televisi pemerintah hari Selasa (22/2), dengan mengatakan ia adalah “seorang revolusioner”.

Ia bahkan bersumpah untuk terus melawan para demonstran yang menuntutnya mundur.
Ia juga mendesak rakyat Libya ikut membela negara itu terhadap mereka yang menggerakkan pergolakan itu, orang yang disebutnya sebagai “gerombolan” atau “teroris”.

Pemimpin Libya itu mengatakan ia berbicara dari salah satu rumah yang di bom Amerika dan Inggris tahun 1986.

Qadhafi kini kehilangan dukungan tokoh-tokoh penting dalam pemerintahannya selagi sejumlah pejabat Libya di dalam dan di luar negeri mengundurkan diri atau membelot sebagai tanggapan atas penumpasan mematikan oleh Qadhafi atas demonstrasi di Libya yang menuntut penyingkirannya.

Semua demonstrasi itu mencerminkan tantangan terbesar bagi kekuasaan Qadhafi sejak ia mengambil alih kekuasaan tahun 1969.

Para saksi mata di Tripoli mengatakan helikopter dan pesawat tempur menghantam daerah-daerah sipil hari Senin sementara tentara sewaan asal Afrika dan orang-orang bersenjata yang pro Qadhafi melepaskan tembakan membabi buta untuk meneror penduduk.

Televisi pemerintah Libya hari Selasa mengatakan laporan-laporan media asing mengenai pembantaian di negara itu adalah “dusta” yang bertujuan  untuk menghancurkan semangat juang publik.

Para diplomat Libya di beberapa negara mengatakan mereka telah memutuskan hubungan dengan Qadhafi untuk memprotes serangan pasukan Qadhafi terhadap para demonstran.

Duta Besar Libya untuk Amerika Ali Aujali menghimbau agar pemimpin Libya itu supaya mundur. Beberapa duta besar Libya lainnya mengatakan mereka mengundurkan diri termasuk dua duta besar untuk India , Indonesia dan diplomat senior di Tiongkok.
Kedutaan Libya  di Malaysia dan Australia mengatakan mereka tidak lagi mewakili Qadhafi.

Menteri Kehakiman Mustafa Abdul-Jalil mengundurkan diri hari Senin untuk memprotes penumpasan itu, sementara dua pilot pesawat tempur Libya mengalihkan jet mereka ke Malta, mengatakan mereka membelot setelah diperintahkan untuk menyerang para demonstran.

Sementara itu, media Russia Today edisi bahasa Arab pasukan pengaman Presiden Libya, Muammar Qadhafi, yang dikenal Brigade Muhammad al-Migraif, dikabarkan telah membelot dan bergabung dengan barisan demonstran di Tripoli.

Laporan terbarunya, mengkonfirmasikan munculnya friksi dalam tubuh pemerintah di tengah kekacaun Libya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Qadhafi meletakkan jabatan dan menyeru segera mengundurkan diri. *

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Rambu ‘Awas Ada Yahudi’ di London Rupanya Karya Seni

Rambu ‘Awas Ada Yahudi’ di London Rupanya Karya Seni

Turabi  Takut Kemenangan Al-Basyir Lebih Berbahaya dari Somalia

Turabi Takut Kemenangan Al-Basyir Lebih Berbahaya dari Somalia

Pentagon Bayar Perusahaan Humas 540 USD untuk Buat Video Teroris Palsu

Pentagon Bayar Perusahaan Humas 540 USD untuk Buat Video Teroris Palsu

Biksu Radikal Ashin Wiratu Sebut Etnis Rohingya Anjing Gila

Biksu Radikal Ashin Wiratu Sebut Etnis Rohingya Anjing Gila

Pertama, Duta Besar UEA untuk Palestina Tak Bermukim di Palestina

Pertama, Duta Besar UEA untuk Palestina Tak Bermukim di Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya