Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Iran Gunakan Bahan Pengayaan Uranium Produksi Domestik

Bagikan:

Hidayatullah.com– Iran akan menggunakan bahan pengayaan uranium yang diproduksi dalam negeri untuk pertama kali di satu fasilitas pentingya dalam program nuklirnya, kata seorang pejabat senior, Ahad (5/12), sehari sebelum negara itu memulai kembali perundingan dengan negara-negara penting.

Berita itu tampaknya bertujuan untuk menandakan tekad Iran meneruskan kegiatan-kegiatan nuklirnya, yang menurutnya, untuk tujuan damai peningkatan kapasitas listrik, walau negara-negara Barat khawatir tujuannya untuk membuat bom-bom, menjelang pertemuan di Jenewa 6-7 Desember.

Ketua Organisasi Tenaga Atom Iran mengatakan, para pakar Iran akan menggunakan “yellowcake”, satu bubuk sari uranium, yang diproses di negara itu, di fasilitas konversi Isfahan.

Negara itu sebelumnya menggunakan “yellowcake” yang dibeli dari Afrika Selatan tahun 1970-an, tetapi beberapa pengamat Barat mengatakan Iran mungkin hampir menghabiskan pasokannya akan bahan pengayaan uranium itu.

Pengiriman pertama “yellowcake” itu dari kota Bandar Abbas diterima hari ini di lokasi nuklir Isfahan. Tentu, seluruh proses itu diawasi oleh IAEA (Badan Tenga Atom Internasional), kata Kepala Energi Nuklir Ali Akbar Salehi dalam jumpa pers yang disiarkan televisi.

Pengayaan uranium diperlukan untuk digunakan dalam reaktor-reaktor nuklir atau senjata diproduksi dalam sentrifugal-sentrifugal yang memutar gas hexaffluoride uranium (UF6) pada kecepatan tinggi.

Uranium yang diperkaya dapat digunakan untuk bahan bakar fasilitas listrik dan jika disuling lebih jauh dapat digunakan untuk bahan bagi bom. Barat menginginkan Teheran menghentikan pengayaan uranium itu. Iran menolak tuntutan itu.

“Dalam lima tahun ke depan kami mengharapkan dapat mencapai satu titik di mana Iran dapat memenuhi semua kebutuhan bahan bakar nuklir di dalam negeri,” kata Salehi.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan pengayaan uranium Iran tidak akan dibicarakan dalam perundingan di Jenewa, walaupun itu menjadi kekhawatiran utama enam negara dunia — Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman –yang akan hadir dalam pertemuan itu. [Rtr/ant/hidayatullah.com]

Keterangan foto:

Seorang teknisi di Pusat Konversi Nuklir Isfahan.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Swiss Bekukan Aset Mubarak

Swiss Bekukan Aset Mubarak

ISIS Mengklaim Lakukan Serangan Pipa Gas Mesir – Israel

ISIS Mengklaim Lakukan Serangan Pipa Gas Mesir – Israel

Enam Juta Orang Terdampak Banjir Musiman di Afrika Timur

Enam Juta Orang Terdampak Banjir Musiman di Afrika Timur

Iran dan Yaman Miliki UU Penistaan Agama Paling Berat

Iran dan Yaman Miliki UU Penistaan Agama Paling Berat

Kebencian terhadap Islam jadi Bahan Kampanye Partai Kebebasan Belanda

Kebencian terhadap Islam jadi Bahan Kampanye Partai Kebebasan Belanda

Baca Juga

Berita Lainnya