Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemimpin Chechnya Ingin Putin Memerintah Seumur Hidup

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin wilayah Muslim Chechnya yang bergolak di Rusia, Ramzan Kadyrov, telah minta Perdana Menteri Vladimir Putin untuk kembali sebagai Presiden melalui pemilihan 2012 dan menjabat seumur hidup.

Putin, yang dianggap secara luas sebagai pembuat keputusan penting di Rusia dan menjadi Presiden pada 2000-2008, telah memberikan isyarat ia akan mencalonkan diri untuk jabatan Presiden pada 2012 atau mendukung anak didiknya yang ia arahkan ke Kremlin dua tahun lalu, Presiden Dmitry Medvedev.

“Saya ingin ia (Putin) menjadi presiden selama ia hidup,” kata Kadyrov kepada majalah Newsweek, Ahad (24/10). Ia menambahkan ia ingin “idola”-nya, Putin, menang dalam pemilihan 2012.

Kadyrov, yang didukung Kremlin, adalah pemimpin pertama sebuah wilayah Rusia yang meminta kembalinya Putin ke kepresidenan. Ayah dan pendahulu Kadyrov, Akhmad Kadyrov, yang dibunuh oleh gerilyawan pada 2004, adalah sekutu dekat Putin.

Satu dasawarsa setelah Moskow mengusir pejuang kemerdekaan dari kekuasaan di Chechnya dalam perang kedua dari dua perang yang merusak, wilayah itu relatif stabil di tengah perlawanan di Kaukasus Utara, Rusia.

Kadyrov dipuji secara luas oleh para pemimpin Rusia karena telah membangun kembali Chechnya, meskipun kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduhnya melakukan taktik yang keras, seperti penganiayaan dan penculikan, tuduhan yang ia bantah sebagai upaya untuk memburukkan namanya.

Beberapa pengamat mengatakan, Kremlin membolehkan Kadyrov memerintah Chechnya karena kemampuannya menghadirkan kestabilan relatif di wilayah itu.

“Sepanjang Putin mendukung saya, saya dapat melakukan segalanya — Allahu Akbar,” kata Kadyrov pada Newsweek.

Para aktivis HAM mengatakan, ia telah menggunakan paksaan untuk menerapkan visinya tentang Islam di Chechnya, seperti membuat wanita mengenakan kerudung kepala dan membatasi penjualan alkohol, yang membuat sejumlah orang mengatakan, ia telah melanggar konstitusi Rusia.

“Sederhana bagi seorang wanita untuk mendapatkan surga: ia harus menutup dirinya, rambutnya dan lengannya … Mimpi saya adalah bahwa semua wanita Chechnya akan mengenakan kerudung,” kata Kadyrov.

Sebagaimana diketahui, Ramzan Akhmadovich Kadyrov (34 ) adalah Presiden pemerintah Federal Rusia, Republik Chechnya sejak 15 Februari 2007. Ia dilantik sebagai presiden Chechnya pada 6 April 2007 atas penunjukan Presiden Vladimir Putin.

Kadyrov adalah mantan pemimpin pejuang namun dikenal dekat dengan pemerintahan Rusia. Ia  menggantikan Alu Alkhanov sebagai Presiden tak lama setelah ia mencapai usia 30 tahun, usia minimum untuk jabatan tersebut. Ia didukung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan dianugerahi medali Pahlawan Rusia, gelar kehormatan tertinggi Rusia, oleh Putin.  

Sejak menjabat sebagai Presiden Chechnya ia seolah berusaha menggunakan diplomasi “bersahabat” pemerintahan pusat di Moskwa, seolah menutup mata ribuan korban para pejuang  Chechnya selama ini.[cha/ant/rtr/hidayatullah.com]

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Paris Lockdown, Orang Berbondong-bondong Tinggalkan Ibukota Prancis

Paris Lockdown, Orang Berbondong-bondong Tinggalkan Ibukota Prancis

Mengikuti Amerika Serikat, Turki Pertahankan Keberadaan Militernya di Afghanistan

Mengikuti Amerika Serikat, Turki Pertahankan Keberadaan Militernya di Afghanistan

Charlie Hebdo: Kenali Muhammad Sebelum Mengolok-Olok Islam

Charlie Hebdo: Kenali Muhammad Sebelum Mengolok-Olok Islam

OKI Meminta Pemerintah Sri Lanka Mencegah Aksi Kekerasan pada Umat Islam

OKI Meminta Pemerintah Sri Lanka Mencegah Aksi Kekerasan pada Umat Islam

Pemimpin Kelompok Anti Islam Australia Ditembak di Sydney

Pemimpin Kelompok Anti Islam Australia Ditembak di Sydney

Baca Juga

Berita Lainnya