Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Saat Diwawancarai CNN, Bos WikiLeaks “Walk Out”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pendiri WikiLeaks Julian Assange dan lembaganya terkenal liberal terhadap rahasia militer AS, tetapi ternyata dia tidak bersedia untuk “diutak-atik” soal kehidupan pribadinya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, pria kelahiran Australia tersebut “walk out” dari wawancara dengan CNN setelah ditanya tentang hubungannya yang seringkali singkat dengan para rekan kerja serta soal kasus tuduhan pelecehan seks di Swedia. Pengadilan telah membersihkan namanya dalam kasus pelecehan tersebut.

Assange yang berusia 39 tahun mengakhiri wawancara dengan Atika Shubert, setelah reporter CNN itu menanyakan soal tuduhan tersebut.

Assange beberapa waktu lalu kepada media menyampaikan bahwa tuduhan-tuduhan itu adalah “cara-cara tipuan kotor” dari pemerintah AS.

Ketika Shubert menanyakan hal itu, Assange berkata, “Aku akan keluar jika Anda terus mencemari wawancara sangat serius ini dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan pribadi saya.”

Saat dikejar dengan pertanyaan, Assange menjawab, “Ini benar-benar menjijikkan, Atika. Aku akan berhenti jika Anda mencemari pengungkapan kematian 104.000 orang dengan menyerang saya.”

Lalu Shubert berkata: “Bukan itu maksud saya. Yang saya tanyakan adalah, apakah ini serangan terhadap WikiLeaks.” Assange lalu mencopot mikrofonnya dan berjalan keluar.

Assange sudah mulai tidak nyaman dengan wawancara itu ketika Shubert menyebut tentang staf yang keluar karena pertengkaran internal, dan kepribadian Assange yang mempengaruhi kerja WikiLeaks.

Assange mengatakan, “Kami selalu memperkirakan kritik yang luar biasa. Adalah tugas saya untuk menjadi penangkal petir terhadap semua serangan yang ditujukan ke organisasi. Itu peran yang sulit, tetapi di sisi lain saya juga tak mendapatkan penghargaan seperti semestinya.”

Saat Assange keluar, terdengar Shubert berkata, “Saya memang harus menanyakan hal itu.”

Situs WikiLeaks yang dikendalikan Assange saat ini memang menjadi sorotan pemerintah dan militer AS, berkaitan pemuatan sejumlah besar dokumen rahasia militer AS di Afghanistan dan Iraq. Banyak dari dokumen itu yang mengungkapkan kesalahan prosedur tentara AS. Pemuatan dokumen ini mengkhawatirkan militer AS karena pasukan AS bisa menjadi sasaran kemarahan penduduk sipil di Iraq dan Afghanistan. [ant/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Rakyat Terus Dukung Perpanjang Kekuasaan Al-Sisi di Mesir

Rakyat Terus Dukung Perpanjang Kekuasaan Al-Sisi di Mesir

Ismail Haniyah: Kesepakatan Negara-Negara Arab dengan ‘Israel’ akan Berujung Kerugian

Ismail Haniyah: Kesepakatan Negara-Negara Arab dengan ‘Israel’ akan Berujung Kerugian

Meskipun Diburu ICC, Presiden Al-Bashir Bertekad Hadiri Pertemuan PBB

Meskipun Diburu ICC, Presiden Al-Bashir Bertekad Hadiri Pertemuan PBB

Arkeolog Yunani Yakin Telah Menemukan Makam Aristoteles

Arkeolog Yunani Yakin Telah Menemukan Makam Aristoteles

Kota Tertua Bulgaria Plovdiv Menjadi Ibukota Kebudayaan Eropa 2019

Kota Tertua Bulgaria Plovdiv Menjadi Ibukota Kebudayaan Eropa 2019

Baca Juga

Berita Lainnya