Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Beatles Lebih Tenar dari Yesus Kristus

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jika dahulu John Lennon pernah menyatakan hal kontroversial, bahwa the Beatles lebih terkenal dibanding Yesus, kini hal itu dinilai menjadi kenyataan.
Dr Rupert, salah satu akademisi dan peneliti di University of Huddersfield   mengklaim dalam buku barunya tentang musik pop yang bertajuk Pop Cult dan kepribadian masyarakat yang banyak mengkultuskan beberapa bintang besar dalam industri musik dan kemudian tanpa disadari mengambil alih nilai Kristen sebagai agama.
Ia menyatakan bahwa ketidakmampuan gereja untuk beradaptasi dengan budaya juga selera saat ini telah menyebabkan cap “ketinggalan jaman” dan nilai tua yang tidak relevan lagi. Orang-orang muda saat ini mencari medium dan tempat lain untuk menemukan rasa memiliki transendensial dan makna hidup. Dalam bukunya, ia menggambarkan bahwa masyarakat modern saat ini sebagai salah satu penggila nightclubbing untuk sekedar duduk di bangku seraya menyembah Prince dan Madonna sebagai Tuhan mereka.
Sejarah mencatat bahwa The Beatles-lah yang pertama menjadi artis terbesar di tahun enam puluhan, hingga ada anggapan bahwa hingga saat ini mungkin masih lebih banyak orang mendengarkan rekaman mereka daripada membaca Alkitab.
“John Lennon benar. Hingga saat ini The Beatles lebih besar daripada Yesus, ” tegasnya.
Dr Rupert sangat pedas mengkritik terhadap beberapa musik yang menjadi simbol agama baru. Terutama pada band Metal Skandinavia ekstrem yang telah mengakibatkan beberapa fans melakukan pembunuhan dan pembakaran akibat kepercayaan berlebihan terhadap musik yang mereka asumsikan sebagai jalan atas jawaban hidup. Dia juga mengkritik penyalahgunaan obat dan alkohol yang menyebabkan kematian atau kemunduran mental musisi seperti Jimi Hendrix, Elvis, Kurt Cobain, Michael Jackson, dan anggota Pink Floyd, The Who dan Led Zeppelin.
Kesimpulan kritik terkuatnya, adalah untuk gereja dan sejarah penentangan terhadap musik populer.
“Sikap gereja sangat minim memperhatikan pengaruh musik selama bertahun-tahun. Mereka mengatakan kepada kami bahwa mendengarkan blues, rock’n’roll, atau Rolling Stones akan mengubah kita berperilaku seperti binatang jahat,” katanya.
“Kini sedikit yang mau percaya lagi. Agama tidak lagi memiliki wewenang untuk memberitahu kita apa yang harus dilakukan. Secara keseluruhan musik merupakan kekuatan yang sangat positif. Mengutip dari buku, untuk memahami musik adalah memahami kehidupan itu sendiri.” Tegasnya akhir
Introspeksi haruslah kita mulai dari sendiri. Menyembah dan beribadah kepada Tuhan Yesus dalam gereja yang merupakan wadah agama, adalah sebuah perintah yang harus kita jalani. Pola pikir yang dapat menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, pastilah dapat menjawab seluruh jalan kehidupan. [chtp/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Al Jazeera Tunisia

Polisi Tunisia Serbu kantor Al Jazeera di Tunis

membombardir saudi

Koalisi Saudi Membombardir Ibu Kota Yaman setelah Serangan Drone Houthi

Bayi Usia 2 Hari Wafat di Afsel Akibat Covid-19

Bayi Usia 2 Hari Wafat di Afsel Akibat Covid-19

Singapura Pidanakan Pemerkosaan dalam Perkawinan, Dekriminalisasi Percobaan Bunuh Diri

Singapura Pidanakan Pemerkosaan dalam Perkawinan, Dekriminalisasi Percobaan Bunuh Diri

Hibah Mesut Ozil

1,7 M! Hibah Mesut Ozil kepada Anak-anak di Rohingya, Suriah dan Somalia

Baca Juga

Berita Lainnya