Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Disumpah, Tokoh Anti-Islam Masuk Kabinet Belanda

Bagikan:

Hidayatullah.com—Dalam waktu tidak lama lagi, Kabinet baru Belanda akan segera disumpah. Ini adalah kabinet bersejarah dilihat dari berbagai sisi. Perdana Menteri liberal pertama sejak awal abad terakhir, pemerintahan minoritas pertama dan pemerintahan pertama yang didukung partai populis, demikian tulis John Tyler dari Radio Netherlands.

Partai untuk Kebebasan (Partij voor de Vrijheid) atau disingkat  PVV telah menjadi pemenang ketiga dalam pemilu Belanda Juni 2010 dengan perolehan 24 dari 150 kursi parlemen.

Geert Wilders (47)  yang dikenal anti-Islam itu mendulang suara hampir 3 kali lipat dibanding Pemilu 3 tahun lalu karena mengeksploitasi isu-isu “anti-Islam” dan dukungan penuh kepada Israel.

Sebelumnya, ia telah memperoleh  restu Ratu Beatrix,  untuk membentuk pemerintahan koalisi  bersama partai Kristen Demokrat.

Sampai kapan pemerintahan ini akan bertahan? Apakah kabinet ini akan berhasil menyelesaikan masa pemerintahan 4 tahunnya, atau akan bubar sebelum waktunya?

John Tyler dari Radio Netherlands memprediksi lima alasan pemerintahan ini tak akan bertahan dan akan segera jatuh.

Pertama, Wilders ingin Pemilu baru. Alasannya, ia  bakal frustrasi jika kabinet ini tidak menerapkan sejumlah kebijakan partainya setegas yang dia mau. Dia akan menarik dukungan, mengharapkan kemenangan sekaligus di pemilu berikut.

Kedua, ketidakpastian sikap Wilders juga akan membuat pemerintahan ini tak bertahan lama. Geert Wilders dinilai suka provokasi. Meski ia sudah  menahan diri dengan komentar-komentar kontroversialnya di depan publik hanya untuk lolos pembentukan koalisi, namun tabiatnya  yang suka memancing provokasi akan muncul kembali. Kemungkinan,  ada anggota koalisi yang tidak bisa menerima lagi hal itu.

Ketiga, hubungan Belanda dan Denmark pada akhirnya tidak bisa dibandingkan begitu saja. Sementara pemerintah Denmark harus memotong anggaran, seperti yang sedang dilakukan kabinet baru Belanda, dukungan dari partai populis di parlemen mulai surut. Pemilu Denmark yang akan datang akan mengakhiri model ini, sementara kabinet Belanda tidak akan bertahan selama itu.

Keempat, stabilitas. Belanda memasuki era stabilitas baru. Para elektorat tidak tahu apa yang mereka mau dan selalu mencari pilihan yang lebih baik. Dengan sistem politik saat ini, Belanda sudah serupa Italia di utara Eropa, mengganti pemerintahan sesering mengganti baju.

Jika partai Geert Wilders bisa bertahan lama, boleh jadi inilah pertama kali dalam sejarah,  pembenci Islam memiliki kekuasaan dan akan membahayakan hubungan sosial. [rnl/cha/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Rakyat Rusia Tidak Butuh Demokrasi

Rakyat Rusia Tidak Butuh Demokrasi

Restoran Fish & Co Tak Memenuhi Persyaratan Sertifikasi Halal MUIS Singapura

Restoran Fish & Co Tak Memenuhi Persyaratan Sertifikasi Halal MUIS Singapura

Polisi Bandara di India Diperintahkan Tak Banyak Senyum

Polisi Bandara di India Diperintahkan Tak Banyak Senyum

UEA Cabut Pemboikotan Israel, Mulai Jalin Kesepakatan Ekonomi-PerdaganganA

UEA Cabut Pemboikotan Israel, Mulai Jalin Kesepakatan Ekonomi-PerdaganganA

Intel Jerman Bantu Intel Amerika Serikat Mematai Eropa

Intel Jerman Bantu Intel Amerika Serikat Mematai Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya