Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Memo CIA dibocorkan Wikileaks

Bagikan:

Hidayatullah.com–Situs internet yang kerap membeberkan informasi rahasia, Wikileaks telah menerbitkan memo CIA yang membahas implikasi AS dipandang sebagai “eksportir terorisme”.

Laporan tiga halaman Februari 2010 mengatakan, keterlibatan perorangan yang bermukim di AS dalam terorisme ”bukan fenomena baru”.

Memo itu memuat beberapa kasus tuduhan tindak terorisme oleh penduduk AS.

Seorang pejabat mengecilkan arti berkas laporan yang berasal satuan di CIA yang dinamai Red Cell. Dia menyatakan bocoran itu ”bukanlah blockbuster paper [dokumen sangat penting]”.

Red Cell didirikan pasca serangan 9/11 dengan tugas menyodorkan pendekatan ”out-of-the-box” (kreatif) dan ”menghasilkan memo yang memacu pemikiran, bukannya menyodorkan taksiran autoritatif,” kata situs internet CIA.

Juru bicara CIA George Little mengatakan: “Produk analitis semacam – yang jelas-jelas diidentifikasi berasal dari ‘Red Cell” CIA – dirancang hanya untuk memacu pemikiran dan menyuguhkan pandangan yang berbeda.”

Mempertanyakan

Laporan yang menyoroti serangan oleh teroris Irlandia-Amerika, Muslim dan Yahudi yang berbasis di AS atau didanai AS, mempertanyakan bagaimana persepsi luar negeri terhadap Amerika Serikat bisa berubah terkait dengan serangan yang terus dilancarkan.

”Banyak perhatian akhir-akhir ini dicurahkan ke semakin banyaknya insiden teroris Islam yang berkembang di dalam Amerika, melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran AS, khususnya di tanah air. Perhatian kurang diberikan terorisme dalam negeri, tidak hanya teroris muslim, yang diekspor ke luar negeri untuk menyasar warga non-AS,” kata laporan yang telah dimuat di Wikileaks.

Memo berjudul What If Foreigners See the United States as an ‘Exporter of Terrorism?’ menyimpulkan, jika AS dipandang negara-negara lain sebagai ”eksportir terorisme”, negara-negara tersebut mungkin menjadi kurang bersedia untuk bekerjasa sama dengan AS dalam penahanan, penyerahan, dan interogasi tersangka di masa depan.

Wikileaks pada 23 Juli menerbitkan 76.000 berkas catatan militer AS yang memperinci aksi militer di Afghanistan, dan langkah pengelola situs internet tersebut dicap pihak berwenang AS sangat tidak bertanggungjawab.

Wikileaks kini menyatakan akan merilis 15.000 dokumen sensitif lain, begitu situs tersebut merampungkan kajian untuk menekan risiko pembeberan berkas-berkas tersebut bisa membahayakan keselamatan nyawa orang. [bbc/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Lima Masjid Dibakar dan 30 Tewas dalam Konflik di Myanmar Terbaru

Lima Masjid Dibakar dan 30 Tewas dalam Konflik di Myanmar Terbaru

Amerika Bantu Pemberontak Libya Senilai 25 Juta Dolar

Amerika Bantu Pemberontak Libya Senilai 25 Juta Dolar

Dubes Saudi untuk Turki: Saudi telah Membantu Rohingya Selama 70 Tahun

Dubes Saudi untuk Turki: Saudi telah Membantu Rohingya Selama 70 Tahun

Arab Saudi: Kami Tak Membutuhkan Senjata Jerman

Arab Saudi: Kami Tak Membutuhkan Senjata Jerman

Syiah Hizbullah Berduka Komandan Terpentingnya Tewas di Suriah

Syiah Hizbullah Berduka Komandan Terpentingnya Tewas di Suriah

Baca Juga

Berita Lainnya