Selasa, 16 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

Menanti Detik Waktu Makkah Gantikan GMT

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jam berukuran raksasa yang terletak dekat Masjidil Haram sudah terpasang dan siap untuk berdetak. Banyak ulama menyatakan bahwa waktu Makkah pantas menggantikan Greenwich Mean Time (GMT), karena kota itu posisinya berada di tengah-tengah dunia.

Dalam sebuah konferensi di Doha 2008 silam, ulama dan cendikiawan Muslim mempresentasikan argumentasi ilmiah mereka, yang menjelaskan alasan mengapa waktu Makkah pantas untuk dijadikan meridian global.

“Menjadikan waktu Makkah sebagai pengganti Greenwich Mean Time, itulah tujuannya,” ujar Mohammed Al-Arkubi, general manager dari Royal Makkah Tower Hotel, sebagaimana dikutip Arab News (10/8/2010).

Jam super besar tersebut berada di tower pusat dari proyek Abraj Al-Bait. Jaraknya hanya 50 meter di seberang Masjidil Haram. Jam itu bisa dilihat dari kejauhan 17 km pada malam hari dan 11-12 km di siang hari. Sebuah perusahaan Jerman, Premiere Composite Technologies, mendesain jam tersebut.

Berbagai sumber mengatakan, jam yang ukurannya 6 kali lebih besar dari Big Ben di London itu akan mulai dioperasikan pada pekan Ramadhan pertama ini. Namun hingga kini tanggal pastinya belum ditetapkan. Percobaan pertama akan dilakukan atas jam yang menghadap ke arah kota Jeddah.

Di tower tempat jam besar berada juga terdapat Pusat Pengamatan Bulan dan Musium Islam. Jika Royal Clock, nama jam besar itu, memberitahukan waktu-waktu shalat setiap harinya, maka Pusat Pengamatan Bulan dan Musium Islam dipersiapkan untuk melestarikan pusaka Islam untuk generasi mendatang. Pusat Pengamatan Bulan akan dipakai untuk melihat hilal pertanda awal bulan-bulan haram atau suci. Dalam waktu-waktu khusus, cahaya vertikal sebanyak 16 lintasan akan ditembakkan ke langit hingga setinggi 10 km.

Jam yang pembangunannya diprakarsai oleh Raja Abdullah itu ditempatkan pada tower kelima dari Proyek Wakaf Raja Abdul Aziz di ketinggian 380 km. Jam bisa dilihat dari semua arah. Nama-nama Allah dituliskan di masing-masing jam dengan hiasan khas dekorasi Islam. Dua buah jam yang berseberangan tingginya mencapai 80 meter dan lebar 65 meter dengan diameter putar 39 meter. Dan dua jam lainnya memiliki tinggi 65 meter, lebar 43 meter dengan diameter putar 25 meter. Bagi pengunjung yang datang disediakan 2 buah lift untuk mengantar mereka naik ke balkon yang jaraknya hanya 5 meter di bawah jam.

Jika rampung, menara jam itu akan menjadi yang tertinggi di dunia. Lebih tinggi dari Palace of Culture and Science di Warsawa, Polandia; Big Ben di London; Rajabai Clock Tower di Mumbai, India dan Allen-Bradley Clock Tower di Milwaukee, AS.

Proyek yang dilaksanakan oleh Proyek Wakaf Raja Abdul Aziz, yang bertanggungjawab atas pemeliharaan Masjidil Haram itu, merupakan salah satu proyek terbesar di dunia. Dengan total area garapan 1,4 juta m2. Didesain dengan menggunakan arsitekur Islam, proyek terdiri dari pembangunan 6 buah tower yang mencakup 6.000 unit hunian dengan biaya investasi 6 milyar riyal atau sekitar 1,6 milyar dollar.

Di dalam kompleks Abraj Al-Bait juga dibangun hotel berlantai 76. Bangunan towernya akan menjadi bangunan yang lebih tinggi 59 meter dari Taipei 101 Tower di Taiwan, namun 251 meter lebih rendah dari Burj Khalifa di Dubai, yang sekarang  menjadi pencakar langit tertinggi di dunia.[di/an/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Satu Lagi Anggota Uni Eropa Menolak Pakta Migrasi PBB

Satu Lagi Anggota Uni Eropa Menolak Pakta Migrasi PBB

Polisi Jerman Tangkap 3 Warga Suriah Tersangka Teroris

Polisi Jerman Tangkap 3 Warga Suriah Tersangka Teroris

Musiknya Dipakai AS Menyiksa Tahanan, Metallica Protes, Skinny Puppy Tagih Royalti

Musiknya Dipakai AS Menyiksa Tahanan, Metallica Protes, Skinny Puppy Tagih Royalti

Ditemukan 12 Mayat Muslim yang Terbunuh di Perang Bosnia

Ditemukan 12 Mayat Muslim yang Terbunuh di Perang Bosnia

Tahun Depan 4 Juta Jamaah Umrah

Tahun Depan 4 Juta Jamaah Umrah

Baca Juga

Berita Lainnya