Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Larangan Bom Curah Berlaku, Produsen Jalan Terus

Bagikan:

Hidayatullah.com–Larangan penggunaan bom curah mulai diberlakukan tanggal 1 agustus 2010. Hampir 40 negara telah meratifikasi Konvensi Larangan Bom Curah (Convention on Cluter Munitons) di luar kerangka PBB. Meskipun demikian sejumlah negara produsen seperti Amerika Serikat, China, Rusia dan Israel menolak menandatangani perjanjian tersebut.

Bom curah untuk pertama kalinya dipergunakan pada Perang Dunia II oleh rezim Hitler di Jerman. Sejak saat itu bom curah berulang kali dipakai secara sistematis oleh sejumlah negara dalam berbagai konflik bersenjata. Terakhir kalinya bom curah digunakan di Libanon, Kosovo dan Irak. Meskipun sudah diketahui bahwa senjata ini menimbulkan banyak korban, terutama warga sipil,  munisi curah masih saja diproduksi di banyak negara dan diekspor.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle hari Minggu (01/08) menyambut baik pemberlakuan larangan itu dan menyebutnya sebagai sebuah tonggak sejarah menuju larangan yang berlaku di seluruh dunia bagi senjata yang tidak berperikemanusiaan.

“Ini merupakan langkah pertama. Ini belum merupakan penyelesaian semua masalah, tetapi sebuah langkah yang benar dan penting,” ujarnya.

Menlu Jerman menambahkan bahwa keberhasilan ini mendorong untuk mengupayakan langkah-langkah selanjutnya di sektor-sektor lain bagi kemajuan-kemajuan upaya perlucutan senjata. ´

“Yang penting adalah mengurus korban, tetap mengucurkan dana yang memadai bagi pembersihan ranjau. Mengupayakan agar semua negara menandatangani kesepakatan ini dan secara eksplisit melarang penanaman modal bagi produksi bom curah,” tandas Thomas Küchenmeister dari aliansi aksi penentang ranjau darat, Akstionsbündnis landmine, sebagaimana dilaporkan Deutsche Welle.

Munisi curah dikenal jahat. Sebuah bom curah melepaskan ratusan bom-bom lebih kecil yang menyebar di ruang lingkup yang luas. Bom-bom yang belum meledak kerap bergeletakan tersembunyi bertahun-tahun, sampai seorang anak yang sedang bermain atau seorang petani yang bekerja di sawah tanpa sengaja menginjaknya, lalu tewas atau cedera akibat ledakan bom tersembunyi itu. 98 persen dari korban adalah warga sipil.

Menolak larangan

Konvensi ini telah disepakati di Dublin bulan Mei 2008. Kemudian pada Desember tahun 2008, awalnya 98 negara menandatangani konvensi itu di Oslo.Persyaratan bagi pemberlakuan konvensi larangan bom curah adalah kesepakatan itu sedikitnya diratifikasi oleh 30 negara. Kesepakatan Oslo ditandatangani oleh 108 negara tapi baru diratifikasi oleh 38 negara, di antaranya Jerman, Inggris, Kanada, Afghanistan, Irak dan sejumlah besar negara Afrika.

Berbeda dengan Menlu Jerman yang optimis, editor Swiss Military Review Letnan Kolonel Alexander Vautravers,  tidak yakin larangan tersebut akan dipatuhi. Pasalnya, hingga kini produsen-produsen terpenting munisi curah seperti AS, Rusia dan China belum menandatangani konvensi itu. Israel juga menolak kesepakatan tersebut.

Pemerintah Swiss sendiri, sebagaimana dilansir Swissinfo belum menandatangani perjanjian tersebut.

Negara penandatangan diwajibkan untuk tidak menggunakan, mengembangkan, memproduksi, menyimpan, mengekspor maupun mengimpor munisi curah. Bila masih memilikinya, maka munisi itu harus dimusnahkan.

Departemen Pertahanan Jerman mengatakan akan memusnahkan bom curahnya secara keseluruhan paling lambat tahun 2015. Jerman telah mulai menghancurkannya pada tahun 2001.

Bulan November mendatang, negara-negara yang mengikuti kesepakatan larangan bom curah akan bertemu di Laos, salah satu negara di dunia yang paling terkena dampak bom curah.[di/dwdw/swi/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pentagon: 34 Prajurit AS Cedera Otak Akibat Serangan Iran di Iraq

Pentagon: 34 Prajurit AS Cedera Otak Akibat Serangan Iran di Iraq

Dr. Ahmad Karimah: Para Nabi Dimakamkan Di Tempat Wafat Mereka

Dr. Ahmad Karimah: Para Nabi Dimakamkan Di Tempat Wafat Mereka

Salahkan Kaum Muslim, Myanmar Dapat Kritik Human Rights Watch

Salahkan Kaum Muslim, Myanmar Dapat Kritik Human Rights Watch

Penyerang Koran Jyllands-Posten Diadili, Pelukis Nabi Bebas!

Penyerang Koran Jyllands-Posten Diadili, Pelukis Nabi Bebas!

Pemimpin Spiritual Hizbullah Meninggal

Pemimpin Spiritual Hizbullah Meninggal

Baca Juga

Berita Lainnya