Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Rusuh, Setelah Tentara ISAF Dituduh Robek Al-Quran

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kerusuhan pecah di Uruzgan, Afganistan, menyusul insiden perobekan Al-Quran oleh tentara internasional ISAF. Pusat Kota Tarin Kowt ditutup. Para saksi menyatakan para demonstran menuju pasar untuk berunjuk rasa.

Lebih dari tiga ratus orang berunjuk rasa menentang tentara internasional. Menurut seorang pemimpin masjid, tentara ISAF merobek kitab suci umat Islam tersebut.

Upaya beberapa orang untuk mengambil Al-Quran yang dirobek-robek itu digagalkan oleh polisi.

Insiden ini bermula dari operasi militer yang digelar oleh NATO Rabu (28/7) di Lembah Mirabath. Menurut seorang jurnalis Afganistan, perobekan Al-Quran terjadi setelah seorang warga melakukan perlawanan.

Namun otoritas setempat menuduh, ini hanyalah ‘propaganda’ pejuang Taliban untuk merusak nama tentara internasional.

Juru bicara tentara Belanda membenarkan, saat ini ada demonstrasi di Kota Tarin Kowt memprotes perobekan Al-Quran oleh tentara ISAF. Namun, menurut juru bicara tersebut sampai saat ini belum ada bukti bahwa tentara internasional benar-benar terlibat.

“Tentu saja kami selalu menanggapi dengan serius insiden seperti itu. Kami sama sekali tidak mendukungnya.”

Tahun 2009 lalu, warga Afghan juga sempat berang  setelah ada kabar pasukan Barat membakar salinan Al-Quran.

Kerumunan yang terdiri dari sekitar 1.000 demonstran, terutama mahasiswa, berbaris melalui jalan-jalan Kabul sebelum berkumpul di depan gedung parlemen nasional dan melemparkan batu ke arah polisi antihuru hara serta kendaraan lapis baja yang menghalangi mereka untuk turun ke jalan.

Para demonstran dan hampir semua orang, bernyanyi: ‘Mati untuk Amerika!’,  sementara mereka membakar boneka Obama dan sebuah bendera AS.

“Kami telah berkumpul di sini untuk mengungkapkan rasa jijik kita terhadap pasukan Amerika dan tindakan mereka membakar dan menghina kitab suci kami Al-Quran,” ujar Ihsanullah Hakimi, seorang demonstran dikutip AFP.

Protes itu berkaitan beredar luasnya rumor bahwa pasukan internasional, sebagai bagian dari 100.000 pasukan pengerahan militer Barat yang dipimpin Amerika di Afghanistan, telah melecehkan  kitab suci Al-Quran di provinsi Wardak, sebelah selatan Kabul.

Klaim telah disangkal keras oleh pihak berwenang NATO dan Afghanistan yang mengatakan mereka sedang difitnah sebagai upaya untuk mengobarkan kebencian terhadap Barat. [rnwl/afp/cha/hidayatullah.com]

Foto: Demo menentang tentara ISAF  

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Nigeria Klaim Berhasil Rebut Kota Markas Boko Haram

Nigeria Klaim Berhasil Rebut Kota Markas Boko Haram

Tahap Kedua Pengikut Mubarak Bersaing dengan Partai Islam

Tahap Kedua Pengikut Mubarak Bersaing dengan Partai Islam

PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Serukan “Vaksin Rakyat” Covid-19

PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Serukan “Vaksin Rakyat” Covid-19

Bible Societies Bagi 34 Juta Bible di Seluruh Dunia, Termasuk Suriah

Bible Societies Bagi 34 Juta Bible di Seluruh Dunia, Termasuk Suriah

Menlu Saudi: Kesepakatan Nuklir Iran Tak Dapat Dipercaya

Menlu Saudi: Kesepakatan Nuklir Iran Tak Dapat Dipercaya

Baca Juga

Berita Lainnya