Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Warga Muslim Luncurkan Kosmetik Halal di Inggris

Bagikan:

Hidayatullah.com—Adalah Samina Akhter yang memiliki ide meluncurkan sejumlah “make-up” halal pertama di Inggris, bahan rias bebas alkohol dan produk hewani. Melalui perusahaan Samina Pure Make-up di rumahnya di Birmingham, kini permintaan pun datang dari berbagai tempat, termasuk dari Indonesia.

Di Inggris, produk makanan berlabel halal sudah biasa dijumpai. Namun, baru kali ini ada perusahaan kosmetik Inggris yang menjamin bahwa produk mereka juga halal untuk dinikmati para Muslim pesolek.

Dalam kata lain, produk kosmetik itu bebas dari bahan alkohol atau produk hewan.
Samina Akhter, mengaku mendapat insiprasi dari pengalaman pribadi. Suatu hari, dia terkejut saat mengetahui bahwa banyak produk kosmetik yang dia ketahui ternyata berbahan alkohol. Bahkan ada juga yang berasal dari plasenta babi.

“Banyak Muslimah seperti saya frustasi mencari produk yang cocok untuk berhias sembari tetap mengikuti ajaran agama,” kata Akhter.

Maka, dia berinisiatif mengedarkan produk-produk kecantikan wajah yang dijamin halal. Bahan-bahan dia impor dari Australia melalui pemasok yang telah mendapat sertifikat halal dari Otoritas Sertifikasi Halal di Negeri Kanguru itu.

Kini, dia memiliki lebih dari 500 pelanggan. “Sudah ada konsumen yang berkata, ‘Terima kasih, kini saya bisa menggunakan produk kecantikan itu dan bisa bersembahyang tanpa harus menghapus riasan,” kata Akhter.
 
Di Inggris, kini terdapat hampir satu juta Muslimah dan jumlah mereka terus bertambah. Ini bisa menjadi pasar yang besar bagi pengusaha produk berlabel halal seperti Akhter.

Namun, kalangan ulama di Inggris menganjurkan agar Muslimah tetap harus menghapus make-up di wajah sebelum shalat.
Kini, bahan kosmetik itu dikirim dari Australia dan mendapat sertifikat dari badan independen, Halal Certification Authority Australia [bbc/sify/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

WHO Selidiki Eksploitasi Seksual oleh Para Dokter di RD Kongo

WHO Selidiki Eksploitasi Seksual oleh Para Dokter di RD Kongo

Pengacara Ingin Pejabat Uni Eropa Jadi Saksi Kasus Spionase Mursy

Pengacara Ingin Pejabat Uni Eropa Jadi Saksi Kasus Spionase Mursy

Italia Kembalikan Prasastri Bersejarah Berusia 1.800 Tahun ke Turki setelah Dicuri

Italia Kembalikan Prasastri Bersejarah Berusia 1.800 Tahun ke Turki setelah Dicuri

Calon Menteri Pertanian Afghanistan Buronan Interpol

Calon Menteri Pertanian Afghanistan Buronan Interpol

Bangladesh Tak Bisa Tampung Pengungsi Myanmar Lebih Banyak

Bangladesh Tak Bisa Tampung Pengungsi Myanmar Lebih Banyak

Baca Juga

Berita Lainnya