Sabtu, 16 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Kerja Dinas Rahasia AS Tidak Terkontrol

Bagikan:


Hidayatullah.com–Harian Washington Post melaporkan, dinas rahasia AS tidak terkoordinasi dengan baik pekerjaannya. Tidak diketahui berapa pengeluaran dan berapa orang yang bekerja baginya.

Top Secret America’ – demikian seri tulisan dari tiga artikel yang dimuat harian Washington Post hingga Rabu (21/07). Sekarang pun artikel tersebut sudah menimbulkan perdebatan.

Harian tersebut mengatakan, bahwa semenjak serangan 11 September 2001, langkah yang diambil dinas intelijen rahasia Amerika Serikat tidak terkontrol lagi. Tidak ada yang tahu berapa anggaran yang telah dikeluarkan dan berapa orang yang terlibat.

Salah satu penulis artikel tersebut, Dana Priest, mengatakan, mitra bicaranya yang menduduki jabatan tinggi di Kementerian Pertahanan mengakui, bahwa mereka mengabaikan laporan dan analisa dinas rahasia yang setiap harinya mencapai jumlah 50 ribu. Pada saat itulah, banyak informasi penting yang luput.  

“Sistem itu begitu besar dan tidak saling berkomunikasi. Sehingga para pimpinan pun tidak tahu berapa banyak orang yang bekerja, berapa biayanya, dan apakah sistem kerjanya dalam bidang tertentu efektif atau tidak. Banyak pekerjaan tidak perlu yang dilakukan oleh beberapa orang. Misalnya saat dinas pemerintah mengerjakan hal yang sama seperti yang lain dan tidak saling mengenal. Contoh favorit saya: mengikuti alur uang dari dan ke organisasi teroris. Ada 25 dinas pemerintahan yang mengurusinya dan mereka mengatakan mereka tidak saling tahu menahu,” dipaparkan Dana Priest.

Ketakutan akan serangan teror berikutnya, menyebabkan uang pembayaran pajak mudah disalurkan bagi urusan keamanan dan dinas rahasia.

Di Washington saja, dan sekitar Virginia serta Maryland, ada 33 gedung tambahan bagi pekerjaan top secret. Lagipula menurut Washington Post, jumlah orang yang diizinkan untuk berada di gedung dan ruangan paling rahasia bertambah secara dramatis.

Mereka yang berhak mengakses dokumen dan informasi rahasia tingkat tinggi sekarang berjumlah kurang lebih 850 ribu orang. Tetapi jumlah ini pun tidak ada yang bisa memastikan.

“Kami mewawancarai Menteri Pertahanan Robert Gates dan Direktur CIA Leon Panetta. Gates misalnya mengatakan ia frustasi karena ia sendiri kesulitan untuk memperoleh informasi rahasia atau untuk mengetahui berapa banyak operasi dinas rahasia yang tengah dilakukan oleh departemennya. Tidak ada orang di pemerintah yang menghitung pekerja yang mendapat kebebasan akses ke dokumen keamanan. Kami dibantu beberapa orang menemukan metode untuk menghitungnya. Mereka juga sangat tertarik dengan hasil yang kami temukan. Ini bisa dilihat dalam situs internet kami.” Demikian pernyataan Dana Priest kepada stasiun berita MSNBC.

Gates dan Panetta mengatakan kepada Priest, mereka akan menyusun strategi melawan terorisme yang lebih efektif. Leon Panetta, yang mengusulkan rencana 5 tahun bagi CIA, menambahkan, berkurangnya anggaran negara adalah alasan utama untuk mengurangi pengeluaran yang berlebihan itu. Tetapi Priest berpendapat, pekerjaan dinas rahasia tidak bisa dipangkas begitu saja tanpa mengetahui siapa yang bekerja untuk siapa dan apa yang tengah dikerjakan.

Dan rintangan berikutnya, tema perang melawan terorisme begitu dipolitisasi. Orang yang berani mempertanyakan jumlah aparat keamanan, segera dianggap sebagai sosok yang lemah terhadap terorisme.[dwwd/hidayatullah.com]

 

Keterangan foto: Fort Meade, Maryland NSA National Security Agency – gedung dinas keamanan nasional AS.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Human Right: ‘AS Melakukan Penyiksaan Besar-besaran di Afghanistan’

Human Right: ‘AS Melakukan Penyiksaan Besar-besaran di Afghanistan’

Bart Demyttenaere: Gereja Katolik Harus Terus Mengganggu

Bart Demyttenaere: Gereja Katolik Harus Terus Mengganggu

Malam Natal Erdogan Kirim Ucapan Selamat Tertulis

Malam Natal Erdogan Kirim Ucapan Selamat Tertulis

Ambil Pasir Pantai Sardinia, Turis Prancis Terancam Bui 6 Tahun

Ambil Pasir Pantai Sardinia, Turis Prancis Terancam Bui 6 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya