Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

AS Serahkan 55 Mantan Pejabat Saddam Hussein

Bagikan:

 

Hidayatullah.com–Amerika Serikat membebaskan 55 tahanan Iraq mantan orang-orang dekat Saddam Hussein, termasuk Tariq Aziz.

Pengumuman dari Wakil Menteri Kehakiman Iraq itu disampaikan pada hari Rabu (14/7), sebelum pihak Amerika Serikat menyerahkan penjara Kamp Cropper kepada pemerintah Iraq.

Menurut Wakil Menteri Kehakiman Bushro Ibrahim kepada AP, penyerahan penjara kamp tahanan buatan AS itu berlangsung selama tiga hari sejak Senin lalu.

“Hari ini kami menerima 55 mantan pejabat rejim sebelumnya, salah satunya adalah Tariq Aziz, dan yang lainnya adalah para menteri perminyakan dan kebudayaan,” kata Ibrahim, seraya menambahkan bahwa Iraq juga menerima mantan Sekretaris Saddam Hussein, Abed Hamoud, mantan Menteri Pendidikan serta Menteri Perdagangan.

“Kami akan menerima tambahan lain besok, tapi saya tidak memiliki informasi tentang hal itu dan kami tidak memiliki daftarnya,” ujar wakil menteri itu.

Pihak militer AS sebagaimana dilansir Arab News telah mengkonfirmasi berita tersebut, tapi tidak memberikan identitas siapa saja yang diserahkan ke pemerintah Iraq.

Menurut pihak Iraq, Hussein Rashid Mohammed, mantan Wakil Direktur Operasional Militer Iraq, dan mantan Menteri Pertahanan Sultan Hashim Al-Taie, tidak termasuk mereka yang diserahkan.

Mulai Kamis ini (15/7), pihak keamanan Iraq akan mengambil alih operasional Kamp Cropper dan AS akan menyerahkan sekitar 1.600 warga Iraq yang ditahan Amerika.

Meskipun demikian, militer AS sebelumnya mengatakan bahwa ada 200 orang yang akan tetap berada dalam tahanan mereka atas permintaan pemerintah Iraq dengan alasan keamanan.

Serah terima kamp tahanan tersebut merupakan bagian dari rencana AS untuk menarik sekitar 50.000 pasukannya hingga akhir Agustus mendatang, sebelum akhirnya semua pasukan ditarik.

Tariq Aziz adalah satu-satunya penganut Kristen yang menjabat di pemerintahan Saddam Hussein. Ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iraq ia dikenal sebagai pembela Saddam dan sering berkeliling dunia untuk melakukan misi diplomatik.

Pertemuannya dengan Menlu AS James A. Baker di Jenewa pada Januari 1991 gagal mencegah terjadinya Perang Teluk 1991.

Beberapa tahun kemudian Tariq Aziz bertemu dengan mendiang Paus Paulus II di Vatikan, beberapa pekan sebelum Amerika Serikat menginvasi Iraq pada Maret 2003, yang mengakibatkan derita berkepanjangan rakyat Iraq hingga saat ini.

Setelah Saddam Hussein digulingkan, Tariq Aziz disidang dan dijatuhi hukuman 22 tahun penjara. Setelah lepas dari tahanan AS, kini ia berada dalam tahanan rejim Iraq bentukan Amerika Serikat. [di/an/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pengadilan Belanda: Shell Harus Bayar Kompensasi dalam Kasus Kebocoran Minyak di Nigeria

Pengadilan Belanda: Shell Harus Bayar Kompensasi dalam Kasus Kebocoran Minyak di Nigeria

Mengapa Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks Menentang Aturan Kesehatan?

Mengapa Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks Menentang Aturan Kesehatan?

Empat tentara NATO tewas Diranjau Taliban di Afghanistan

Empat tentara NATO tewas Diranjau Taliban di Afghanistan

Masjid Muslim Indonesia di Brisbane Ditulisi “Muslim Iblis”

Masjid Muslim Indonesia di Brisbane Ditulisi “Muslim Iblis”

Kepala Badan Antikorupsi Nigeria Dituduh Korupsi

Kepala Badan Antikorupsi Nigeria Dituduh Korupsi

Baca Juga

Berita Lainnya