Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Isu adanya ketegangan hubungan antara Barack Hussein Obama dengan Netanyahu kini terbantah. Bantahan itu, setidaknya ditunjukkan kedua tokoh saat duduk berdekatan di Ruang Oval, Selasa (6/7),  di mana saling memperagakan jabat tangan erat, cukup lama untuk diabadikan kamera.

Keduanya berusaha mengkoreksi penampilan pada pertemuan terakhir di bulan Maret. “Tidak”, tandas Obama terhadap pertanyaan seorang jurnalis Israel yang mengesankan Obama mengambil jarak dari Netanyahu.

Obama menampik adanya keretakan dalam hubungan Netanyahu dan berharap perundingan langsung Israel dan Palestina dapat dimulai sebelum akhir September.

“Jika Anda perhatikan semua pernyataan saya dalam satu setengah tahun terakhir, semua merupakan penegasan konstan tentang hubungan khusus antara Amerika Serikat dan Israel. Komitmen Amerika dalam hal keamanan Israel tidak berubah,“ tandas Obama.

Obama juga menekankan bahwa AS tidak akan meminta Israel mengambil langkah apapun untuk keluar dari rencana pertahanannya. Israel punya kebutuhan yang unik, kata Obama. Secara tidak langsung, tapi tidak salah lagi, ia menanggapi senjata nuklir yang kepemilikannya sampai sekarang tidak diakui resmi oleh Israel.

Sudah barang tentu Netanyahu berterimakasih atas sikap pengertian Obama yang luar biasa untuk tidak mengubah kebijakan AS terhadap Israel, juga di masa depan. Obama kembali membantah adanya ketegangan antara dirinya dan Netanyahu.

“Faktanya, saya mempercayai PM Netanyahu sejak saya bertemu ia untuk pertama kalinya, sebelum saya terpilih sebagai presiden. Saya berulang kali mengatakan, secara terbuka maupun pribadi, bahwa ia menghadapi situasi yang sangat rumit, di lingkungan yang sangat keras,” jelas Obama.

Termasuk di dalamnya ancaman dari Iran dan program nuklirnya, Hamas, dari negara-negara tetangga Arab, walaupun tidak terlalu sering.  Juga dari pemukim kanan keras di dalam negeri Israel, yang sampai kini menyerang setiap upaya perdamaian dengan pihak Palestina. Tapi akan ada pendekatan baru, kata Presiden Obama. Dari perundingan tak langsung akan segera menjadi perundingan langsung.

Obama menyatakan kepercayaannya bahwa Netanyahu siap mengupayakan usaha mencari jalan menuju perdamaian.

Dan menurut Israel pun, negara ini tidak akan menghalangi proses perdamaian ini, dengan syarat,  “Kami merasa terikat pada perdamaian ini. Perdamaian ini akan memperbaiki kehidupan warga Israel dan Palestina, dan tentu akan mengubah kawasan kami. Tetapi Israel ingin yakin bahwa pada akhirnya akan mendapat kemanan. Kami tidak ingin mengulang situasi dimana kami mengosongkan wilayah yang lalu diambil alih wakil Iran dan digunakan untuk melancarkan serangan teroris atau serangan roket,” dikatakan Netanjahu.

Obama berharap perundingan langsung Israel-Palestina bisa dimulai, sebelum akhir September. Pada kurun waktu itu, akan berakhirlah moratorium Israel yang membekukan pembangunan pemukiman Yahudi. Netanyahu mendapat tekanan keras dari partai kanan keras yang menjadi mitra koalisinya untuk tidak mematuhi desakan AS yang ingin moratorium diperpanjang.

Tantangan saat ini adalah mengupayakan agar Palestina menerima kerangka waktu yang diajukan Obama. Reaksi awal Palestina mengisyaratkan kesulitan. Presiden Mahmud Abbas mendesak dibutuhkannya kemajuan dalam perundingan tidak langsung menyangkut isu utama, seperti perbatasan dan keamanan, sebelum melangkah ke perundingan langsung, demikian kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina, lewat telepon kepada AFP.

Hanya saja, biasanya, perundingan apapun dengan Israel akan selalu dilanggar.[dwwd/afp/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Sudah Mati Berkalang Tanah Michael Jackson Masih Dikejar Gugatan Hukum

Sudah Mati Berkalang Tanah Michael Jackson Masih Dikejar Gugatan Hukum

Ngaku Atheis, Tapi Masih Butuh Rumah Ibadah

Ngaku Atheis, Tapi Masih Butuh Rumah Ibadah

Akhirnya Amerika Serikat Mengaku Kirim Pasukan ke Yaman

Akhirnya Amerika Serikat Mengaku Kirim Pasukan ke Yaman

Lucu, “Teroris” Hadiri Sidang Memerangi Terorisme

Lucu, “Teroris” Hadiri Sidang Memerangi Terorisme

Di Wales Kekerasan Seksual Terhadap Anak SD Meningkat

Di Wales Kekerasan Seksual Terhadap Anak SD Meningkat

Baca Juga

Berita Lainnya