Kamis, 9 Desember 2021 / 4 Jumadil Awwal 1443 H

Internasional

Larangan Menguncir Rambut di Iran

Bagikan:

Hidayatullah.com–Republik Islam Iran menganggap bahwa urusan pribadi juga menjadi ranah politik. Urusan penampilan pun perlu diurus negara, seperti urusan tata rambut. Baru-baru ini, Kementerian Budaya dan Ajaran Islam Iran baru memublikasi buku panduan bagi pria tentang gaya rambut yang diizinkan. Dalam katalog tersebut, ada larangan untuk menguncir rambut.

Aturan tatanan model rambut pria itu diluncurkan sebagai salah satu upaya untuk menghapus potongan rambut gaya Barat. Pemerintah Iran mengklaim bahwa dengan katalog tersebut kaum lelaki Iran justru dapat terbantu saat memilih potongan rambut yang tepat dan sesuai ajaran Islam. Gaya rambut yang disahkan antara lain model belah samping atau gaya jambul ala Elvis Presley.

Sedangkan model potongan rambut yang dilarang antara lain model pendek di depan dan samping tetapi panjang di belakang, serta model gondrong yang diikat ekor kuda. Untuk pemakaian gel pada rambut, tidak dilarang. Sebagian besar model wajah pria yang tampil di katalog bersih dari jenggot meski seorang model memelihara jenggot.

“Model rambut ini terinspirasi kompleksitas masyarakat,budaya, dan agama di Iran, serta ajaran Islam,” kata Jaleh Khodayar, penanggung jawab festival Modesty and Veil Festival yang akan digelar akhir bulan ini di mana katalog model rambut tersebut akan mulai dipromosikan.

“Kami senang pemerintah mendukung kami dalam merancang gaya rambut ini dengan tujuan untuk menghindari gaya rambut yang tidak sesuai dan mendorong perkembangan budaya Islam,” lanjut Khodayar.

Beberapa toko tukang cukur dilaporkan telah ditutup dan dihukum dalam beberapa tahun terakhir karena menawarkan potong rambut gaya Barat.Polisi Iran melakukan pemeriksaan rutin moralitas, menangkap perempuandengan mantel pendek dan penutup kepala tipis, serta pakaian olahraga ketat, atau mengenakan celana jins. Hal ini dilihat dengan kecurigaan sebagai simbol dekadensi Barat.

Sebelum pemilu pertama 2005, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan tidak akan mengatur urusan pribadi warganya. Tapi, pada masa pertama kepemimpinannya, justru kantor kepre-sidenan mengumumkan tindakan tegas bagi warga yang tidak memakai pakaian secara islami. Perempuan Iran wajib mengenakan jilbab.Tak mengherankan, pemuda-pemuda kerap menutup diri untuk berkenalan dengan para perempuan berjilbab tersebut.

Para ulama konservatif telah menyerukan tindakan lebih keras terhadap orang yang mengenakan pakaian tak Islami. Bahkan,polisi Iran pun memanfaatkan kamera pengintai untuk mengawasi perempuan yang mengabaikan aturan pakaian. Nantinya, rekaman tersebut digunakan sebagai bukti tak terbantahkan di pengadilan.

Selain itu, polisi telah menyita sejumlah mobil asing mahal yang pengendara laki-lakinya dianggap melecehkan wanita. Untuk mempermalukan pemilik mobil, media negara memperlihatkan gambar dari kendaraan mereka berjajar di jalan-jalan Teheran yang dihiasi dengan plakat yang menyatakan, “pemberantasan pelecehan terhadap perempuan.” [sin/afp/rtr/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Restoran di Oman Ditutup Sebulan Karena Jual Makanan Busuk

Restoran di Oman Ditutup Sebulan Karena Jual Makanan Busuk

Vonis Penjara 20 Tahun untuk Mursy dalam Kasus Kematian Demonstran

Vonis Penjara 20 Tahun untuk Mursy dalam Kasus Kematian Demonstran

Genjot Perdagangan dan Pariwisata, Thailand Adakan Konferensi Halal

Genjot Perdagangan dan Pariwisata, Thailand Adakan Konferensi Halal

Parlemen Yunani Setuju ‘Hukum Islam’ sebagai Alternatif bagi Minoritas Muslim

Parlemen Yunani Setuju ‘Hukum Islam’ sebagai Alternatif bagi Minoritas Muslim

Mesir Tetap Tahan Mata-mata Israel

Mesir Tetap Tahan Mata-mata Israel

Baca Juga

Berita Lainnya