Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

PM Australia Mengaku Seorang Atheis

Bagikan:


Hidayatullah.com–Perdana Menteri Australia yang baru, Julia Gillard mengaku, dirinya tidak mau munafik dengan berpura-pura percaya kepada Tuhan untuk menarik pemilih relijius, padahal dirinya tidak mempercayainya, seperti dikutip ABC, Selasa (29/6).

Bekas PM Kevin Rudd adalah seorang yang baik, dia rutin menjalankan ibadah ke gereja. Begitu pun pimpinan oposisi Tony Abbot, dikenal sebagai pengikut Katolik yang baik.

Namun lain halnya dengan PM Julia Gillard, meskipun dia menghormati orang-orang yang mempunyai keyakinan agama, dia tetap tidak percaya pada Tuhan.

PM Gillard menyampaikan sejumlah pengalaman pribadinya dalam sebuah wawancara dengan radio ABC, termasuk bagaimana kehidupan yang dijalaninya bersama pacarnya.

Dia mengatakan, dirinya tidak ingin menggunakan ritual agama untuk diperlihatkan. “Saya tidak mau berpura-pura beriman jika saya tidak bisa meyakininya,” katanya. “Saya adalah saya, biarkan rakyat menilainya.”

“Bagi orang beriman, saya sangat menghormati keyakinannya dan bukan untuk berpretensi terhadap keyakinan saya.”

Gillard mengaku dirinya dibesarkan di lingkungan gereja, dan dia juga mempunyai orangtua yang taat. Bahkan dirinya mengaku pernah memenangkan hadiah catechism, karena menghapal banyak ayat Bible. “Saya dibesarkan oleh tradisi itu, namun saya sudah memutuskan ketika saya dewasa untuk pandangan pribadi tentang semua itu.”

“Saya mengkhawatirkan kepentingan nasional, dan saya akan mengizinkan semua orang Australia memiliki pandangan apapun terhadap pemikirannya,” katanya.

“Saya berpesan kepada rakyat Australia, saya percaya Anda dapat menjadi seseorang yang mempunyai prinsip dan nilai-nilai yang kuat dari perspektif manapun.”

Dalam kesempatan itu dia juga menolak dianggap bersikap lemah terhadap Israel. Bekas Dubes Australia untuk Israel Ross Burns menuduh PM Gillard terlalu lemah lembut terhadap negara Yahudi itu.

Pacarnya Gillard, Tim Mathieson bekerja pada perusahaan real estate yang dimiliki pelobby Yahudi Albert Dadon, Ubertas Group.

“Saya telah membacanya di surat kabat itu, itu tidak benar,” katanya. “Saya mempunyai pandangan pribadi terhadap Israel, dan itu sudah saya sampaikan kepada publik, sebelum adanya kabar bahwa pacar saya bekerja di sebuah perusahaan yang berhubungan dengan Dadon.”  [pel/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Hungaria Tak Beri Tim PBB Akses Meninjau Penampungan Migran

Hungaria Tak Beri Tim PBB Akses Meninjau Penampungan Migran

Pangeran bin Salman Sebut Wahhabisme  Alat Melawan Uni Soviet atas Permintaan AS

Pangeran bin Salman Sebut Wahhabisme Alat Melawan Uni Soviet atas Permintaan AS

Polisi Inggris Tangkap Pelaku Kekerasan yang Sebabkan Kematian Seorang Imam

Polisi Inggris Tangkap Pelaku Kekerasan yang Sebabkan Kematian Seorang Imam

Pengungsi Adalah Masalah Terbesar Negara Kata Orang Jerman

Pengungsi Adalah Masalah Terbesar Negara Kata Orang Jerman

PM Davutoglu Kampanye, Adzan Ditunda 30 Menit

PM Davutoglu Kampanye, Adzan Ditunda 30 Menit

Baca Juga

Berita Lainnya