Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Gereja Katolik Belgia Digerebek Polisi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pihak berwenang Belgia melakukan penggerebekan ke markas besar Gereja Katolik Belgia dalam sebuah penyelidikan menyangkut tuduhan pelecehan seksual anak-anak.

Jurubicara kantor kejaksaan Brussels membenarkan bahwa kediaman resmi Uskup Agung Mechelen-Brussels telah ditutup.

Polisi juga menggerebek rumah mantan Uskup Agung Godfried Danneels.

Belgia merupakan salah satu negara yang ummat Katoliknya terguncang oleh kasus pelecehan seksual.

Kejaksaan Brussels mencari materi yang berhubungan dengan adanya tuduhan pelanggaran seksual, demikian jurubicara kantor kejaksaan.

”Ini merupakan kasus yang belum lama ini diterima oleh kejaksaan, yang berisi sejumlah pernyataan akan fakta yang terkait dengan pelecehan terhadap anak-anak dan dilakukan oleh anggota gereja,” kata Jean-Marc Meilleur.

”Yang kami cari adalah berbagai materi yang bisa membuktikan pernyataan itu,” tambahnya.

Ruang tersembunyi

Di rumah Uskup Agung Godfried Danneels yang sudah pensiun di Mechelen, sedikit di utara Brussels, polisi tidak menginterograsinya tetapi mengambil komputer yang ia gunakan, demikian juru bicara Uskup Agung Godfried Daniels, Hans Geybels.

Geybels juga mengatakan bahwa polisi meminta Uskup Danneels untuk menemani mereka ke katedral di Mechelen, karena diperkirakan masih ada berkas di tempat itu.

Ia mengatakan polisi mengetuk dinding dan papan kayu untuk menemukan ruangan tersembunyi, namun sejauh yang ia ketahui polisi tidak menemukan apa-apa.

Ia menambahkan Uskup Danneels sepenuhnya bekerja sama dengan polisi: ”Uskup meyakini keadilan harus dijunjung tinggi. Ia tak merasa ada yang perlu disembunyikan.”

Secara terpisah, sebuah kantor komisi mandiri yang menyelidiki kasus pelecehan seksual ini juga telah digerebek

Sebuah penyelidikan atas tuduhan adanya pelecehan seksual terhadap anak-anak di kalangan anggota gereja Katolik Belgia telah berlangsung selama beberapa tahun.

Pada bulan April, uskup untuk Bruges, Roger Vangheluwe, mundur setelah mengakui bahwa di awal karirnya ia pernah melakukan pelanggaran seksual terhadap seorang bocah.

Pada waktu itu Uskup Agung Andre-Joseph Leonard mengatakan pengunduran diri menunjukkan bahwa gereja berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan persoalan yang sangat menyakitkan bagi tubuh gereja.

Janji Paus

Dalam beberapa bulan terakhir tuduhan yang diarahkan kepada para pendeta Katolik bermunculan di beberapa negara.

Juga muncul tuduhan bahwa pihak berwenang di dalam gereja di Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin tidak mampu menyelesaikan tuduhan pelecehan seksual secara terbuka maupun sesuai hukum.

Paus Benediktus juga dituduh sebagai bagian dari budaya menutup-nutupi, dan tidak cukup melakukan tindakan hukum yang tegas terhadap mereka yang melakukan pelanggaran.

Namun para pendukungnya mengatakan ia merupakan Paus yang paling pro-aktif dalam menangani tuduhan pelecehan seksual ini.

Paus pada bulan April berjanji akan menghukum jajaran gereja yang terkait dengan pelecehan seksual.

Vatikan juga menekankan bahwa kasus pelanggaran seksual harus ditangani polisi kalau hukum mengharuskannya. [bbc/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Promosikan Homoseksual di TV Aktivis Gay Zambia Ditangkap

Promosikan Homoseksual di TV Aktivis Gay Zambia Ditangkap

Tunisia Perlonggar Aturan Pidana Konsumsi Ganja

Tunisia Perlonggar Aturan Pidana Konsumsi Ganja

Bentrokan di Kairo Pecah Lagi

Bentrokan di Kairo Pecah Lagi

Arab Saudi Tak Terganggu dengan Penghentian Pengiriman TKI

Arab Saudi Tak Terganggu dengan Penghentian Pengiriman TKI

WHO: Sebelum Ada Vaksin Kematian Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta

WHO: Sebelum Ada Vaksin Kematian Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya