Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ribuan Muslim Kosovo Protes Larangan Jilbab

Bagikan:

Hidayatullah.com—Lebih dari sekitar 5000 wanita berjilbab turun ke jalan  di ibukota Pristina guna memprotes kebijakan baru pemerintah yang melarang siswi muslim memakai jilbab di sekolah negeri.

Para pemrotes membawa poster bertuliskan ‘Hentikan Diskriminasi’ dan ‘Jangan biarkan negara melawan Kami’. Mereka mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan itu dan mengizinkansiswa memakai simbol keagamaan di sekolah.

Pemimpin unjukrasa, Halil Kastrati, yang memperoleh gelar studi Islam di Damaskus dan sekarang menjadi Direktur Badan Amal Yatim Piatu di Pristina, mengatakan,  akan terus melakukan gerakan damai hingga hak-haknya berjilbab para muslimah diberlakukan kembali.

“Kami akan menggunakan segala cara damai untuk mencapai tujuan kami, kecuali mereka memaksa kita untuk bertindak dengan cara yang berbeda,” kata Kastrati pada 18 Juni, yang menikahi seorang wanita Kristen yang kemudian masuk Islam.

“Jika tidak ada solusi, kita mungkin melakukan protes dengan kekerasan dan bahkan memblokir jalan,” tambah Kastrati,  dikutip Reuters di kantornya yang dihiasi beberapa bendera berbagai negara; seperti  Amerika, Inggris, dan NATO.

Pemerintah Kosovo mengeluarkan larangan itu sekalipun 90 persen penduduknya beragama Islam. Bekas Provinsi Serbia ini menyatakan kemerdekaannya pada 2008 lalu. Sejauh ini baru 69 negara mengakui Kosovo sebagai sebuah negara. Kosovo juga belum menjadi anggota PBB.

Departemen Pendidikan Kosovo, yang mengeluarkan peraturan ini mengatakan,  keputusan ini sesuai dengan konstitusi, di mana setelah dinyatakan merdeka dua taun lalu, Kosovo dinyatakan sebagai negara sekuler.

“Keputusan ini sesuai dengan konstitusi negara,” kata Menteri Pendidikan Enver Hoxhaj, mengacu pada klausul yang menyatakan bahwa Kosovo “adalah negara sekuler dan netral dalam hal keyakinan agama”.

Sebagaimana diketahui, Amerika mengakui kemerdekaan Kosovo dan didukung sebagian besar negara Uni Eropa. Hanya saja,  pengakuannya atas kemerdekaan  negara ke 193 dunia itu diiringi dengan dorongan menjadikan negara berpenduduk mayoritas muslim ini menganut paham sekularisme. [ap/rtr/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Larang Buruh Bekerja di Bawah Terik Matahari

Saudi Larang Buruh Bekerja di Bawah Terik Matahari

OKI: Islamophobia Masuk Tahap Ketiga

OKI: Islamophobia Masuk Tahap Ketiga

Mesir Vonis 2 Warga Israel Penjara Seumur Hidup karena Spionase

Mesir Vonis 2 Warga Israel Penjara Seumur Hidup karena Spionase

Jutaan Manusia di Seluruh Dunia Turun ke Jalan Menolak Serangan AS ke Irak

Jutaan Manusia di Seluruh Dunia Turun ke Jalan Menolak Serangan AS ke Irak

Saudi Siap Ikut Serta dalam Operasi Darat di Suriah untuk Serang ISIS/IS

Saudi Siap Ikut Serta dalam Operasi Darat di Suriah untuk Serang ISIS/IS

Baca Juga

Berita Lainnya