Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

Amerika Mengaku Lanjutkan Proses Damai Palestina dan Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, Jum’at (23/4) memulai serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Israel dan Palestina dalam upaya untuk penjajakan kembali proses perdamaian yang terhenti.

Mitchell bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel, Uhud Barak di Tel Aviv. Keduanya sepakat untuk bertemu lagi minggu depan di Amerika Serikat. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  dan Presiden Israel, Shimon Peres.

Selain itu Mitchell juga dijadwalkan akan mengunjungi Ramallah dan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Dia menekankan penentangannya terhadap Netanyahu untuk membekukan kegiatan permukiman di Yerusalem Timur, seperti yang dituntut oleh Washington.

“Tidak akan ada pembekuan (permukiman) di Yerusalem. Dan semua orang tahu itu..,” ujar Mitchell di sebuah TV.

Netanyahu menambahkan, “Kami tidak semuanya setuju dengan Amerika Serikat,” katanya. Ia menambahkan lagi, “Namun meski bagaiamanapun, hubungan yang kuat antara kita, dapat membantu dalam mengatasi masalah ini.”
Negosiasi damai antara Palestina dan Israel terhenti sejak akhir tahun 2008. Sekarang Amerika Serikat mencoba kembali membangun negosiasi tersebut melalui utusannya Mitchell.

Akan tetapi masalah permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, saat ini menjadi kendala utama untuk dimulainya kembali proses perdamaian itu.

Kedatangan George Mitchell ini merupakan kunjungan pertama di wilayah itu sejak Netanyahu dan Barack Obama bertemu di Washington sebulan yang lalu, ditengah terjadinya keretakan dalam hubungan antara Amerika dan Israel.
Keretakan  berpangkal dari Israel, di mana di sela kunjungan Wakil Presiden AS, Joe Biden, negara Zinis itu justru  melaksanakan pembangunan sebanyak 1.600 rumah baru di wilayah Jerusalem Timur.

Istilah ‘proses damai’ sering digunakan Amerika dan Israel terhadap masalah Palestina, meski kenyataannya adalah retorika yang hanya diulang-ulang. [sadzali/arby/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Nilai Komersial Tinggi Pangeran Mahkota Johor Incar Manchester United

Skandal Bank Vatikan Dibahas Menjelang Pemilihan Paus

Skandal Bank Vatikan Dibahas Menjelang Pemilihan Paus

Gejolak Mesir dan Suara-Suara dari Israel

Gejolak Mesir dan Suara-Suara dari Israel

Lakukan Money Laundering, HSBC Bersedia Bayar $43 Juta ke Pemerintah Swiss

Lakukan Money Laundering, HSBC Bersedia Bayar $43 Juta ke Pemerintah Swiss

Beijing Buat Undang-Undang Untuk “Chinaisasi” Ajaran Islam

Beijing Buat Undang-Undang Untuk “Chinaisasi” Ajaran Islam

Baca Juga

Berita Lainnya