Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Taliban Klaim Menang, Enam Pasukan Barat Tewas

Bagikan:

Hidayatullah.com–Serangan bunuh diri yang mengincar perusahaan keamanan asing, masih menjadi favorit para pejuang Taliban. Kali ini adalah perusahaan asing yang berbasis di sebuah kompleks yang juga digunakan oleh beberapa perusahaan asing di kota Kandahar, kata polisi setempat.

Serangan terhadap pasukan Jerman di Provinsi Baghlan di bagian utara Afghanistan juga menyebabkan lima orang terluka.

Beberapa jam sebelum ledakan di Kandahar, bom mobil mencederai beberapa orang di sebuah hotel di kota yang sama.

Saat berbicara mengenai ledakan terbaru, saudara tiri Presiden Hamid Karzai, Ahmed Wali Karzai, mengatakan kepada BBC bahwa tiga warga asing dan tiga orang Afghanistan tewas, dan sembilan lain terluka.

Bom mobil

Laporan-laporan menyebutkan, pelaku serangan bom bunuh diri melajukan kendaraannya melewati satu lapis barikade yang mengarah ke kompleks, kemudian memicu bahan peledak di barikade kedua.

Ledakan itu memecahkan jendela-jendela yang berada lebih dari 3km dari kompleks.

Hari Senin, tiga pelaku bom bunuh diri juga mencoba menyerang kompleks intelijen di Kandahar, menyebabkan 10 orang terluka.

Kandahar adalah kota utama di belahan selatan Afghanistan yang bergejolak. Serentetan serangan pekan ini terjadi setelah koalisi pasukan NATO di Afghanistan mengatakan akan melancarkan ofensif di sana bulan Juni.

Para pejabat mengatakan, sebanyak 10.000 tentara akan dilibatkan dalam operasi untuk menggusur pejuang dari kota, yang merupakan tempat kelahiran Taliban.

Dalam perkembangan lain, utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Staffan de Mistura, menyerukan keselamatan warga sipil lebih diperhatikan, menyusul terbunuhnya empat warga Afghanistan ketika bis yang mereka tumpangi ditembaki serdadu Amerika di dekat Kandahar.

Militer Amerika menyatakan menyesalkan insiden tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jerman di Berlin mengukuhkan kematian empat serdadunya di Afghanistan utara.

Mereka tewas setelah roket menghantam kendaran lapis baja Eagle dalam pertempuran sengit dengan pasukan Taliban, sekitar 190 km utara ibukota, Kabul.

Ini merupakan jumlah korban terbanyak dalam satu hari yang diderita pasukan Jerman sejak Juni 2003. Pada hari tersebut, empat tentara Jerman tewas dan 29 lain terluka akibat serangan bom di dekat bandara Kabul.

Jurubicara polisi Provinsi Baghlan Habib Rahman mengatakan, tiga orang polisi Afghanistan juga tewas dalam pertempuran hari Kamis.

Pertempuran itu sendiri melibatkan serangan udara dan senjata berat.

Kontingen militer Jerman, yang berkekuatan 4.300 orang dan pasukan terbesar ketiga setelah kontigen AS dan Inggris, kehilangan nyawa tiga serdadu dalam pertempuran pada 2 April di Provinsi Kunduz.

Serdadu Jerman secara tidak sengaja menewaskan enam tentara Afghanistan dalam pertempuran yang sama.

Taliban Menang

Sementara itu, pejuang Taliban hari Kamis mengklaim, pihaknya telah menang setelah pasukan militer Amerika  ditarik pekan ini dari satu wilayah yang dikuasainya di Afghanistan timur yang dikenal sebagai “Lembah Maut’’.

Tentara AS ditarik dari Korengal, wilayah pegunungan di provinsi Kunar yang berbatasan dengan Pakistan, sebagai bagian dari apa yang menurut Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO sebagai strategi reposisi baru.

Namun seorang perwira pertahanan Afghanistan mengatakan, penarikan tersebut akan membuat permainan berada di tangan Taliban, yang telah meningkatkan pertempuran dalam perang yang menelan banyak korban melawan pasukan asing, yang telah menumbangkan mereka dari kekuasaan pada akhir 2001. [bbc/afp/www.hidayatullah.com]

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Moldova Berunjuk Rasa Menuntut Reunifikasi dengan Rumania

Warga Moldova Berunjuk Rasa Menuntut Reunifikasi dengan Rumania

Menlu Inggris Akan Bergabung dengan Koalisi AS Serang Rezim Bashar

Menlu Inggris Akan Bergabung dengan Koalisi AS Serang Rezim Bashar

Brahimi Serukan Bentuk Pemerintah Transisi Suriah

Brahimi Serukan Bentuk Pemerintah Transisi Suriah

Pelajar Inggris Dilarang Mengenakan Jam Tangan Saat Ujian

Pelajar Inggris Dilarang Mengenakan Jam Tangan Saat Ujian

Mursy-Abbas Akan Bahas Rekonsiliasi Palestina

Mursy-Abbas Akan Bahas Rekonsiliasi Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya