Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Internasional

Inggris Larang Iklan Wisata Israel

Bagikan:

Hidayatullah.com–Lembaga pengawasan iklan di Inggris melarang iklan yang dikeluarkan oleh Badan Pariwisata Israel karena menampilkan foto tembok barat. Mereka mengatakan iklan tersebut menyesatkan.

Otoritas Standar Periklanan (ASA), mengatakan iklan tersebut menyatakan secara tidak langsung bahwa Jerusalem Timur yang diduduki Israel sejak 1967 merupakan bagian dari negara tersebut.

Tembok Barat yang diklaim Yahudi terletak di Jerusalem Timur, lokasi itu merupakan salah satu lokasi tujuan utama sebagaian besar turis yang mengunjungi Israel.

Kementerian Pariwisata Israel mengatakan akan menjadi tidak benar jika tempat tersebut tidak dimasukan dalam iklan tersebut.

ASA mengatakan mereka telah menerima surat keluhan akibat penayangan iklan tersebut. Iklan itu muncul di sebuah surat kabar di Inggris.

Keputusan ini mengikuti langkah yang telah mereka lakukan sebelumnya pada tahun 2009 lalu. Ketika itu ASA mengkritik iklan Kementrian Pariwisasta Israel yang ditampilkan di jaringan stasiun bawah tanah London.

Iklan tersebut menampilkan foto-foto di sekitar Gaza, Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari wilayah Israel.

Rencana Perjalanan

Dalam iklan terakhirnya mereka mengatakan, “Anda bisa menelusuri Israel dalam waktu enam jam, bayangkan apa yang bisa anda lakukan dalam empat hari.”

Pada bagian bawah iklan tersebut terdapat gambar Tembok Barat, bagian dari komplek yang dikenal oleh kalangan Yahudi sebagai Kubah Gunung yang merupakan Haram al-Sharif.

Dalam iklan itu Kubah Batu ditempat sebagai latar belakang dengan tulisan ‘Hari kedua, Jerusalem’.

ASA menyebutkan, ‘Pembaca sepertinya terkesan memahami bahwa lokasi yang digambarkan dalam iklan tersebut semuanya berada di wilayah Israel.’

“Bagaimanapun kami memahami bahwa status wilayah penddudukan di tepi barat masih menjadi subyek sengketa internasional dan oleh karena itu kami mempertimbangkan secara tersirat iklan itu ingin menunjukan gambar Jerusalem Timur berada di wilayah Israel. Kami menyimpulkan informasi di dalam iklan itu menyesatkan,” demikian ujar ASA.

Namun Kementerian Pariwisata Israel menolak keputusan tersebut, mereka menanggapi ASA dengan mengatakan bahwa iklan itu telah menyediakan, ”informasi dasar dan akurat bagi calon wisatawan Inggris yang menjanjikan.”

Dalam iklan milik Kementrian Pariwisata Israel sebelumnya yang dikeluarkan pada tahun 2009 lalu setidaknya ada 400 keluhan terhadap iklan tersebut.

Warga Palestina saat ini menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibukota masa depan bagi negara mereka namun Pemerintah Pendudukan Israel bersikeras kota itu tidak bisa dipisahkan dari wilayah mereka.

Status dua situs suci di kawasan tersebut merupakan salah satu isu kontroversial yang akan dipecahkan dalam pertemuan untuk mencapai kesepakatan damai di kawasan itu. [bbc/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Iran: ”Kami Akan Mendukung Assad Sampai Titik Akhir”

Presiden Iran: ”Kami Akan Mendukung Assad Sampai Titik Akhir”

Pakai Duit Kampanye Ebola Mantan Bos Sepakbola Liberia Dapat Kartu Merah

Pakai Duit Kampanye Ebola Mantan Bos Sepakbola Liberia Dapat Kartu Merah

Rusia Kirim 400 Shabiha, Milisi Penjahat Perang Suriah ke Libya untuk Dukung Haftar

Rusia Kirim 400 Shabiha, Milisi Penjahat Perang Suriah ke Libya untuk Dukung Haftar

National Geographic Membohongi Pembaca tentang Beruang Kutub Kelaparan

National Geographic Membohongi Pembaca tentang Beruang Kutub Kelaparan

Hakim Vonis Abercrombie Bersalah Pecat Pegawai Berjilbab

Hakim Vonis Abercrombie Bersalah Pecat Pegawai Berjilbab

Baca Juga

Berita Lainnya