Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Takut Diculik, Israel Suruh Warganya Tinggalkan Sinai

Bagikan:

Hidayatullah.com–Israel, Selasa (13/4), memberikan peringatan mendadak kepada warganya untuk segera meninggalkan wilayah Mesir di Semenanjung Sinai, karena ada bukti-bukti kuat upaya penculikan warga Israel di Sinai.

Unit Antiteror di Kantor Perdana Menteri Israel mengambil langkah yang tidak biasa, keluarga-keluarga Israel di Sinai diminta melakukan kontak dengan mereka.

Kantor antiteror mengeluarkan travel warning, agar orang-orang Israel menjauh dari wilayah Gurun Sinai. Tapi biasanya, warga Israel tidak mengindahkan peringatan tersebut, mereka tetap saja bepergian ke Sinai dan pantai Laut Merah.

Menurut pihak keamanan Mesir, sekarang ini sekitar 35.000 orang Israel berada di Sinai, dan ribuan orang lainnya diperkirakaan akan datang bulan ini.

Tidak biasanya Israel memberikan peringatan yang keras seperti sekarang, warganya diminta segera meninggalkan Sinai dan pulang ke rumah. Keluarga-keluarga Israel yang menetap di Sinai diminta melakukan kontak dengan Kantor Antiteror.

Tahun 2004, bom bunuh diri menyerang Hotel Hilton di Taba, Mesir, yang terletak di seberang perbatasan Israel, dan beberapa tempat wisata yang biasa dikunjungi turis Israel. Dalam serangan itu puluhan orang terbunuh dan ratusan lainnya luka-luka.

Israel merebut Sinai pada perang tahun 1967, tapi kemudian mengembalikannya ke Mesir tahun 1982, melalui perjanjian perdamaian. [di/an/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Seminggu Anak Inggris Tenggak 19 Gelas Minuman Beralkohol

Seminggu Anak Inggris Tenggak 19 Gelas Minuman Beralkohol

Saudi Tak Akan Biarkan Pemberontak Syiah Houthi Ambil Alih Yaman

Saudi Tak Akan Biarkan Pemberontak Syiah Houthi Ambil Alih Yaman

‘Israel’ Sindir Pakistan Bukan Negara yang Mungkin Miliki Hubungan Dengannya

‘Israel’ Sindir Pakistan Bukan Negara yang Mungkin Miliki Hubungan Dengannya

Menteri Pertahanan Amerika Bela Kebijakan Intervensi ke Libya

Menteri Pertahanan Amerika Bela Kebijakan Intervensi ke Libya

Merawat Muslim, Dokter Tanpa Batas Diusir dari Myanmar

Merawat Muslim, Dokter Tanpa Batas Diusir dari Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya