Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Suku Yaman Kecam Rencana AS Bunuh Ulama

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang ulama muslim dari suku Yaman Jumat mengecam rencana yang disetujui oleh pemerintah Obama untuk menangkap atau membunuh seorang Islam garis keras kelahiran Amerika Serikat.

“Kami ingatkan agar menentang kerjasama dengan Amerika untuk membunuh Syeikh Anwar al-Awlaki,” kata Awalik, salah seorang dari suku terbesar di Yaman, di dalam pernyataan yang dikirimkan kepada Reuters.

“Kami tidak akan berpangku tangan dan melihat,” kata pernyataan itu, yang menambahkan bahwa para pemimpin suku telah membahas dan menyuarakan protes terhadap ‘tindakan yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh pemerintah AS untuk memperbolehkan membunuh Syeikh yang gagah berani itu.’

Para pejabat AS Selasa mengatakan, pemerintah Obama berwenang melakukan operasi-operasi untuk menangkap atau membunuh ulama muslim kelahiran AS, Awlaki.

Dia adalah tokoh terkemuka yang punya kaitan dengan sayap regional Al-Qaidah yang berpangkalan di Yaman, yang mengaku bertanggungjawab pada pemboman yang gagal terhadap pesawat bertujuan AS pada Desember lalu.

Suku-suku bersenjata berat di Yaman, negara Arab termiskin, sering berusaha melindungi kerabat mereka dengan memasuki perundingan-perundingan dengan pemerintah, untuk mendapatkan kebebasan atau perlakuan yang baik.

Pada saat itu, mereka telah menculik beberapa turis asing untuk menekan pemerintah.

Negara-negara Barat takut bahwa sayap regional Al-Qaidah akan mengeksploitasi ketidakstabilan di Yaman untuk melancarkan serangan-serangan di kawasan tersebut dan sekitarnya.

Yaman telah melakukan serangan udara dengan bantuan AS dengan target para pemimpin Al-Qaidah, namun terdapat laporan-laporan yang bertentangan mengenai apakah Awlaki hadir dalam serangan tersebut.

Para penjabat AS meyakini dia masih bersembunyi di Yaman.

Awlaki telah mengontak seorang tersangka Nigeria dalam upaya melakukan pemboman pesawat penumpang transatlantik, dan dengan seorang psikiatris militer AS yang dituduh menembak tewas 13 orang di satu pangkalan militer di Texas pada 5 November lalu. Dilahirkan di New Meksiko, Awlaki adalah imam pada masjid di AS.

Dia kembali ke Yaman pada 2004 tempat dia mengajar pada satu universitas, sebelum dia ditahan dan dipenjarakan pada 2006, untuk kecurigaan terlibat Al-Qaidah dan dalam beberapa serangan. Awlaki dibebaskan pada Desember 2007 setelah dia mengatakan telah bertobat. [ant/rtr/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Surat Kabar Israel Amati Sebab Kedekatan Riyadh dan Tel Aviv

Surat Kabar Israel Amati Sebab Kedekatan Riyadh dan Tel Aviv

Presiden Interim Bolivia dan Pemimpin Partai Sosialis Venezuela Positif Covid-19

Presiden Interim Bolivia dan Pemimpin Partai Sosialis Venezuela Positif Covid-19

Australia Berikan Sanksi Lima Jenderal Myanmar

Australia Berikan Sanksi Lima Jenderal Myanmar

IHH Kritik Keras Pertemuan Rahasia Pejabat Turki dengan Israel di Roma

IHH Kritik Keras Pertemuan Rahasia Pejabat Turki dengan Israel di Roma

Mobil Tesla Dilarang Masuk Kompleks Militer China

Mobil Tesla Dilarang Masuk Kompleks Militer China

Baca Juga

Berita Lainnya