Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Dibutuhkan Peralihan Global ke Keuangan Islam

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Menurut Ahmadinejad, pengadobsian prinsip-prinsip Islam sebagai alternatif nilai kapitalis yang sudah mulai hancur. “Krisis ekonomi sekarang ini karena sistim kapitalis. Dunia memerlukan perubahan radikal,” kata Ahmadinejad pada pertemuan puncak ekonomi satu hari Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Ahmadinejad melukiskan suku bunga sebagai “persoalan paling besar dan paling fundamental dari sistim kapitalis”. Di juga menyatakan program-program ekonomi berdasar pada prinsip-prinsip Islam telah memberikan jalan keluar.

“Dunia sedang mencari nilai-nilai yang lebih adil yang kita tidak bisa temukan dalam sistim kapitalis. Sistim dunia berdasarkan pada praktik riba telah runtuh dan terbukti dengan kegagalannya,” kata Ahmadinejad yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki.

“Kita harus menyusun program berdasarkan pada para pemikir ekonomi Islam. Cara itulah yang dapat memandu orang kepada kebahagiaan, keamanan, keadilan dan kejujuran. Ini cara yang paling benar ke keselamatan,” tegasnya.

Ahamdinejad juga mendesak negara-negara anggota OKI untuk setuju melakukan perdagangan dalam mata uang nasional mereka dan membentuk pasar bersama.

“Dengan mengumumkan macam mata uang yang akan digunakan di antara negara-negara anggota, kita akan selamat dari pengaruh yang merugikan dari kapitalisme global,” Ahmadinejad menambahkan. [ant/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Kelompok Bilderberg Berkumpul di Amerika Serikat

Kelompok Bilderberg Berkumpul di Amerika Serikat

Anggota Parlemen India Cekoki Karyawan Berpuasa dengan Roti

Anggota Parlemen India Cekoki Karyawan Berpuasa dengan Roti

Din Ajak Padukan Kekuatan Efektif  Dunia di  ‘Pertemuan Rusia-Dunia Islam’ di  Dagestan

Din Ajak Padukan Kekuatan Efektif Dunia di ‘Pertemuan Rusia-Dunia Islam’ di Dagestan

Amerika Beri Shimon Peres Perhargaan Tertinggi

Amerika Beri Shimon Peres Perhargaan Tertinggi

IS Khorasan

“Operation Omari” Rangkaian Serangan Baru Taliban di Afghanistan Dimulai Kembali

Baca Juga

Berita Lainnya