Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kaum Atheis Berkampanye, Masih Mengaku Orang Baik

Bagikan:

Hidayatullah.com--Warga New York yang suka mengumpat, “demi Tuhan” harus berpikir dua kali. Sebab, beberapa hari ini kelompok atheis Amerika berkampanye massal mengajak tidak percaya pada Tuhan

Kampanye ini diluncurkan pertama kali oleh kelompok Big Apple Coalition of Reason, disingkat COR, di New York. COR adalah berbagai kelompok atheis.

Michael De Dora, Direktur Center for Inquiry, sebuah organisasi yang mempromosikan sekulerisme, kepada Radio Nederland menyatakan, inilah pertama kali pihaknya mengiklankan atheisme secara terang-terangan. Kelompok ini menyatakan, inilah kabar baik yang perlu dipikirkan oleh New York.

“Sejuta warga New York baik-baik saja tanpa Tuhan. Bagaimana dengan Anda?” Inilah pertanyaan yang diajukan kepada para penumpang metro kota New York, yang tiap harinya mencapai lima juta orang.

Promosi  

Keberanian kaum atheis New York ini bukan tanpa alasan. Setidaknya, mereka melakukan kegiatan ini karena mengikuti jejak yang telah dilakukan kaum anti-Tuhan ini di Inggris.

COR di New York merasa diilhami oleh kampanye serupa yang berlangsung di Inggris awal tahun ini. Kampanye itu dimulai oleh Richard Dawkins, seorang teoretikus. Ratusan bis ditempeli pesan, “Mungkin Tuhan itu tidak ada. Makanya hentikan rasa khawatir dan hiduplah dengan nikmat.”  

“Kami punya beberapa sasaran. Paling sedikit kami ingin membangkitkan pembicaraan mengenai agama dan moralitas. Kami ingin agar orang bicara tentang hal itu, karena kami rasa itu sudah terlalu lama didiamkan. Terlalu banyak orang berpendapat agama dan moralitas adalah masalah pribadi,”  ujar Michael De Dora.

Dan walaupun di Amerika gerakan atheisme mungkin tidak terlalu besar, penelitian Identifikasi Religius Amerika yang pernah diterbitkan menunjukkan makin banyak orang Amerika yang menjauhi agama. Pada tahun 2008 jumlah orang Amerika yang menyatakan diri tidak punya agama mencapai 15 persen, nyaris naik dua kali jika dibandingkan dengan tahun 1990.

Michael De Dora, Direktur COR menekankan, kampanyenya ditujukan kepada kalangan yang ingin tahu, termasuk kalangan yang ingin bergabung dalam organisasinya. Ia juga berharap kampanye ini akan membangkitkan minat di kalangan yang sudah punya agama.

Tetapi Michael De Dora menyangkal bahwa cara blak-blakan seperti itu tidak pas untuk mempromosikan humanisme. Menurutnya, perhatian media massa terhadapnya, berarti khalayak ramai memang tertarik pada masalah itu.

Dr. Anne Klaeysen, kepada Masyarakat Budaya Etis New York yang juga bergabung dalam COR, menyatakan, waktunya sudah tiba untuk melakukan pembicaraan seperti ini.

Urusan pribadi

Aksi COR dengan mengkampanyekan iklan “Satu juta penduduk New York yang baik tanpa Tuhan” telah berlangsung di kereta bawah tanah sepanjang bulan November.

Pihak COR mengatakan, khusus di New York kampanye iklan ini dimaksudkan untuk menjangkau warga non-atheis dan membiarkan mereka tahu bahwa mereka bukanlah sendirian. Pada saat yang sama, organisasi ini mengaku ingin mematahkan stereotip dan membiarkan publik tahu bahwa atheis adalah orang baik juga.

“Kami ingin semua orang tahu bahwa orang bisa baik tanpa agama,” kata John Rafferty, juru bicara COR, yang berafiliasi dengan the United coalition.

“Ada banyak misinformasi di luar sana tentang kita. Tapi kita humanis, agnostik, dan ateis adalah bagian dari masyarakat. Kami semua temanmu, tetangga, rekan kerja, dan anggota keluarga.”

Kampanye senilai 25 ribu dolar AS atau lebih dari 234 juta rupiah ini, didanai oleh seorang pendonor yang tidak bersedia menyebutkan jatidirinya. Jargon kampanye berbunyi: “Satu juta warga New York adalah (orang-orang) baik tanpa Tuhan. Apakah Anda juga?”

Nominal satu juta diperoleh berdasarkan survei yang dihelat American Religious Identification Survey pada Maret 2008, di mana 15 persen dari total penduduk AS mengaku bahwa mereka tidak beragama.

Iklan itu akan tayang di Kota New York, tepat sebelum pelucuran buku “Good Without God: What a Billion Nonreligious People Do Believe”, yang ditulis oleh tokoh humanis Harvard, Chaplain Greg Epstein.

COR mengaku, kampanye ini sudah go public semenjak bulan Maret. Kelompok ini mengklaim kampanye sedang dilaksanakan di semua negeri. Billboard dan iklan lain sudah dipasang di Dallas, Fort Worth, Texas, Iowa dan kota-kota lain. Iklan juga akan muncul di California akhir tahun ini.

Tapi reaksi khalayak terhadap poster-poster itu tidak semuanya positif. Banyak kalangan berpendapat bahwa kepercayaan dan keyakinan merupakan urusan pribadi.

Michael De Dora sendiri mengharapkan reaksi beragam dari penumpang metro New York. Bagaimanapun ia berharap, tradisi sekuler dan liberal New York akan mendorong keberhasilan kampanyenya. [rnwl/cp/cha/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Sepi Jemaat, Keuskupan Katolik Roma New York akan Tutup 33 Gereja

Sepi Jemaat, Keuskupan Katolik Roma New York akan Tutup 33 Gereja

Saudi dan Turki Halangi Langkah AS Masukkan Pakistan dalam ‘Daftar Diawasi’

Saudi dan Turki Halangi Langkah AS Masukkan Pakistan dalam ‘Daftar Diawasi’

Evangelis Day Manfaatkan Gerakan Penginjilan Melalui Internet

Evangelis Day Manfaatkan Gerakan Penginjilan Melalui Internet

Ilmuwan Ungkap Hilangnya Masyarakat Uighur dalam Satu Malam

Ilmuwan Ungkap Hilangnya Masyarakat Uighur dalam Satu Malam

Melecehkan Al-Quran, Sebuah Buku Jerman Batal Terbit

Melecehkan Al-Quran, Sebuah Buku Jerman Batal Terbit

Baca Juga

Berita Lainnya