Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Seorang Hakim di AS Tolak Beri Izin Pernikahan Beda Ras

Bagikan:

Hidayatullah.com–Adalah Keith Bardwell, hakim rendah di Tangipahoa Parish menyatakan, pernikahan campuran tidak akan bertahan lama dan berakibat buruk terhadap kehidupan anak kelak. “Saya bukan rasis, saya hanya tidak percaya dengan upaya pembauran melalui pernikahan,” kata Bardwell, Jumat (15/10).

Bardwell, seorang kulit putih, mengaku memiliki banyak teman keturunan Afro-Amerika. “Mereka datang ke rumah saya, saya menikahkan mereka, saya memperlakukan mereka seperti perlakuan saya ke semua orang,” kata dia.

Bardwell juga mengatakan, selalu bertanya mengenai kesamaan ras kepada pasangan yang meminta dinikahkan. Jika pasangan berbeda ras, dia tidak akan menikahkan mereka. Bardwell menyatakan telah menolak mengesahkan empat pasangan beda ras selama dua setengah tahun terakhir.

Bardwell menyatakan telah mendiskusikan topik ini dengan kelompok kulit hitam dan kulit putih, sekaligus juga memperhatikan sejumlah perkawinan campuran. Dia menyimpulkan bahwa masyarakat berkulit hitam maupun kulit putih belum siap menerima anak hasil pernikahan campuran.

“Ada masalah di kedua kelompok mengenai penerimaan anak dari pernikahan campuran. Saya rasa anak-anak tersebut menderita, dan saya tidak akan mengizinkan hal seperti itu terjadi lagi,” tutur Bardwell.

Pasangan yang ditolak Bardwell, Beth Humphrey, 30 tahun, dan Terence McKay, 32 tahun, mengatakan, akan berkonsultasi dengan Departemen Kehakiman AS, sebelum mengajukan tuntutan mengenai diskriminasi. “Penolakan ini sangat sulit dipercaya. Ini bukan hal yang terjadi di masa sekarang,” kata Humphrey.

Humphrey mengatakan, ia menghubungi Bardwell pada 6 Oktober lalu untuk menanyakan syarat memperoleh surat nikah. Namun istri Bardwell mengatakan, suaminya tidak akan menandatangani surat nikah pasangan campuran. Bardwell menyarankan pasangan itu menemui hakim rendah lainnya.

“Sangat mengejutkan melihat ini terjadi pada 2009,” kata pengacara dari Serikat Kebebasan Sipil Louisiana (ACLU), Katie Schwartzmann. Schwartzmann mengutip keputusan Mahkamah Agung pada 1967 yang menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat mengatur pilihan pasangan dalam pernikahan.

ACLU telah mengirim surat keluhan kepada Komisi Yudisial Louisiana, meminta mereka menyelidiki Bardwell. ACLU juga meminta agar Bardwell mendapat ganjaran terberat karena tindakannya mengancam kelangsungan keadilan.

“Dia tahu dia melanggar hukum, namun dia tidak berhenti,” kata Schwartzmann.

Umumnya, aplikasi untuk mengajukan surat nikah harus diajukan tiga hari sebelum pernikahan karena ada masa tunggu selama 72 jam. Pengaju surat ditanya mengenai status mereka dan harus membuktikan bahwa mereka tidak sedang terikat pernikahan.

Syarat untuk mendapatkan surat nikah hanya melampirkan akte lahir dan kartu jaminan sosial. Pasangan harus membayar AS$35 dan surat nikah harus ditandatangani pemimpin daerah Louisiana, hakim rendah atau hakim. Surat asli disimpan di kantor catatan sipil.

Bardwell sendiri membela diri dan menyatakan tidak mendiskriminasikan siapa pun. “Saya tidak melarang pasangan ini menikah. Saya hanya bilang, saya tidak ingin menikahkan mereka,” kata dia. [ap/sp/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Jaksa Jerat Benjamin Netanyahu dalam Kasus Suap dan Korupsi

Jaksa Jerat Benjamin Netanyahu dalam Kasus Suap dan Korupsi

Presentasi Islam di AS telah Picu Kemarahan

Presentasi Islam di AS telah Picu Kemarahan

Satu Lagi Aktor Porno Amerika Positif HIV, Produksi Film Dihentikan

Satu Lagi Aktor Porno Amerika Positif HIV, Produksi Film Dihentikan

Gubernur California Umumkan Moratorium Eksekusi Mati

Gubernur California Umumkan Moratorium Eksekusi Mati

Antusiasme Pemuda Israel Lakukan Wajib Militer Menurun

Antusiasme Pemuda Israel Lakukan Wajib Militer Menurun

Baca Juga

Berita Lainnya